Poldasu Efektifkan Tim Cyber Tekan Hoax Jelang Pemilu

oleh -246 views

garudaonline, Medan: Perhelatan pesta demokrasi semakin hampir. Lebih kurang empat bulan lagi setiap warga yang telah memenuhi syarat akan menunaikan haknya untuk memilih masing-masing calon di tempat pemilihan suara.

Oleh karena itu jauh-jauh hari Polda Sumatera Utara (Poldasu) mengingatkan kemungkinan akan meningkatkannya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di masyarakat.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, karenanya pihaknya juga akan meningkatkan fungsi dan peran unit cyber dalam melakukan segala langkah-langkah antisipasinya.

“Peran dan fungsi cyber tentu akan lebih aktif untuk menindaklanjuti laporan-laporannya,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (4/1).

Menurut Tatan, sampai saat ini, penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian tersebut, memang dilakukan oleh orang-orang yang tidak terorganisir. Dari kasus yang ditangani oleh Poldasu, umumnya dilakukan oleh perorangan baik karena alasan sentimen pribadi, maupun hanya sebatas ikut menyebar.

“Jadi tidak terorganisir. Karena ketika pelakunya ditangkap, rata-rata mengaku tidak tahu. Begitu juga untuk pembuat (berita hoax) kasusnya belum ada ditemukan di Polda Sumut,” jelasnya.

Kendati begitu, Tatan menegaskan, jika berita hoax ataupun ujaran kebencian jangan sampai menjamur di wilayah Sumut. Karena terang dia, penyebarannya akan sangat memengaruhi segala sendi kehidupan masyarakat, sehingga membuat resah, takut, dan tidak nyaman.

“Apalagi saat ini kita sedang menghadapi pesta demokrasi, dan kita juga tahu Sumut ini miniaturnya Indonesia dengan kemajemukannya yang selalu terjaga. Jadi jangan sampai kita termakan oleh isu yang disengaja ingin membuat Sumut ini terkotak-kotak,” terangnya.

Untuk itu Tatan mengingatkan, apabila menemukan berita atau informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, supaya tidak dengan mudah di sebar baik melalui whatsapp, twitter, ataupun facebook. Karena tegas dia, hal itu tentu memiliki sanksi hukum yang harus ditaati.

“Makanya kita selalu imbau, kalau belum tentu benar, jangan di sebar atau malah menambah-nambahi. Lebih baik kroscek terlebih dahulu, atau sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu dengan aparat,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar