Polisi Amankan Timses Caleg Gerindra Saat Sebar Uang ke Warga Karo

oleh -168 views

garudaonline, Karo: Polres Tanah Karo bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mengamankan empat orang tim sukses Calon Legislatif (caleg) dari Partai Gerindra. Dari penangkapan itu diamankan uang Rp14 juta lebih yang akan dibagi-bagikan kepada masyarakat agar mencoblos caleg dari Partai Gerindra saat Pemilu 17 April 2019.

Tim sukses yang diamankan yakni Jamrih S Melala, Losky Kembaren, Jaya

Perangin-angin dan laki-laki berinisial S. Sedangkan empat orang caleg dari Partai Gerindra yang diduga terlibat yakni Thomas Japerson Ginting yang saat ini Anggota DPRD Kabupaten Karo serta Caleg DPR-RI dari Partai Gerindra dengan No urut 5; Kawar Sembiring Caleg DPRD Kabupaten Karo dan Indra Maha Caleg DPRD Provinsi Sumut Dapil Sumut 11 nomor urut 5 serta Sadarta Bukit Caleg Kota nomor urut 1 Dapil Karo 1.

“Benar, ada empat orang yang diamankan pada Senin (15/4/2019) sekitar pukul 16.00 wib di dua lokasi terpisah di Kabupaten Karo terkait dengan politik uang,” kata Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan, Selasa (16/4/2019).

Dia mengatakan penangkapan berawal saat personil Polres Tanah Karo menerima informasi dari Panwascam Kecamatan Tiga Binanga terkait adanya money politik yang diduga dilakukan oleh Partai Gerindra Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.

“Atas informasi tersebut personil Gakkumdu Polres Tanah Karo bersama Panwaslu Kabupaten Karo melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, ternyata benar adanya money politik, dan saat itu petugas Gakkumdu bersama Panwaslu Kabupaten Karo di Jalan Besar Tiga Binanga Kota Cane, Kecamatan Tiga Binanga mengamankan dua orang laki-laki dewasa atas nama Jamrih S Melala dan Losky Kembaren.

“Setelah diamankan dan dilakukan interogasi, keduanya menerangkan benar telah menerima uang sebesar Rp 11.700.000 dari Jaya Perangin-angin untuk dibagikan kepada 50 orang pemilih di Desa Suka Julu Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo,” jelasnya.

Uang itu diberikan kepada warga agar nantinya saat Pemilu 17 April memilih Caleg DPRD Kabupaten Karo atas nama Kawar Sembiring sebesar Rp150.000, untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Indra Maha sebesar Rp50.000 dan DPR RI atas nama Thomas Japerson Ginting sebesar Rp25.000. Sehingga untuk setiap orang pemilih dipaketkan uang Rp225.000.

“Uang diterima oleh Jamrih S Melala, dan Losky S Kembaren dari Jaya Perangin-angin sebesar Rp11.700.000, dilampiri dengan kartu nama ketiga calon anggota legislatif tersebut,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengamanan, selanjutnya tim Gakkumdu bersama dengan Panwaslu melakukan pengembangan ke Kantor Gerindra Kecamatan Tiga Binanga. Di sana ditemukan sisa uang yang belum sempat dibagikan sebesar Rp190.000.000, dan kartu nama ketiga caleg dari Partai Gerindra tersebut.

“Sedangkan yang menyerahkan uang kepada kedua laki-laki tersebut adalah Jaya Perangin-angin. Penyerahan uang dilakukan di Kantor Gerindra Kecamatan Tiga Binanga,” pungkasnya.

Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap Jaya Perangin-angin dan menerangkan uang yang dibagikan tersebut adalah pemberian dari caleg Kawar Sembiring, Indra Maha dan Thomas Japerson Ginting.

“Selanjutnya personil Gakkumdu bersama Panwaslu membawa yang diduga sebagai pelaku money politik dan barang bukti guna dilakukan proses selanjutnya di Kantor Gakkumdu Kabupaten Karo,” bebernya.

Di lokasi terpisah, lanjutnya, sekira pukul 21.00 Wib polisi mendapat informasi adanya kegiatan tindak pidana pemilu di seputaran Jalan Samura. Dari lokasi berhasil diamankan seorang pria berinisial S dengan barang bukti Sisa uang yang sudah terlanjur dibagikan sebesar Rp.2.800.000 untuk pembayaran pemilihan Caleg dari Partai Gerindra tersebut.

“Selain uang yang kita sita untuk dijadikan sebagai barang bukti, kita juga menyita kertas bertuliskan nama-nama pemilih dan beberapa blok kartu nama atas nama Thomas Joverson Ginting, Indra Maha, Sadarta Bukit dan Kawar Sembiring yang keseluruhannya diusung oleh Partai Gerindra Kabupaten Karo,” terangnya.

Dia mengaku saat ini masih berkoordinasi dengan Gakkumdu Kabupaten Karo untuk penanganan tindak pidana Pemilu 2019 tersebut.

“Kami masih berkoordinasi dengan Gakkumdu dan Panwaslu Kabupaten Karo. Sedangkan empat orang caleg itu belum ada yang kami sentuh. Kasusnya masih dalam pengembangan,” bebernya. (Voshkie)

Berikan Komentar