Polisi Bantah Video Viral di Medsos Terkait Penganiayaan di Sekitar Masjid

oleh -66 views

garudaonline, Jakarta: Mabes Polri menyatakan video yang viral di media sosial tentang polisi yang diduga melalukan penganiayaan di dekat masjid sekitar Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada 22 Mei lalu tidak benar.

Kepala Biro Penerangan (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah narasi dalam video viral itu.

Dalam video itu, kata Dedi, dinarasikan seolah-olah kejadian tersebut adalah pengeroyokan yang diduga dilakukan polisi hingga mengakibatkan korban meninggal. Padahal, lanjutnya, yang terjadi adalah polisi tengah berupaya melakukan penangkapan terhadap pelaku aksi kerusuhan.

“Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5).

Pada kerusuhan 22 Mei, Dedi mengatakan A alias Andri Bibir berperan untuk melalukan menyiapkan berbagai perlengkapan guna melakukan kerusuhan dan penyerangan kepada petugas. Salah satu yang disiapkan oleh pelaku adalah batu.

“Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan,” tuturnya.

Selain menyiapkan batu, Andri Bibir diketahui juga menyiapkan jerigen air. Dedi mengatakan dari hasil pemeriksaan, jerigen air itu disediakan untuk teman-teman Andri Bibir yang terkena gas air mata sehingga mereka bisa membasuh muka mereka segera.

Dedi menjelaskan pada saat dilakukan penangkapan terhadap Andri Bibir, yang bersangkutan sempat mencoba kabur. Sehingga polisi harus bersusah payah mengamankan pelaku.

Penangkapan itu terjadi pada Kamis (23/5) sekitar pukul 06.00 WIB di sekitar area parkir Holiday Inn Hotel, belakang Masjid Al-Huda Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang.

Lokasi itu berada di sekitar jalan MH Thamrin di mana Gedung Bawaslu RI berada.

“Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia, dikepung oleh anggota pengamanan,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan saat ini Andri Bibir diketahui mendekam di Rutan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, video berdurasi kurang lebih 42 detik itu menampilkan setidaknya 10 orang dengan pakaian serba hitam, bersepatu bot, membawa pentungan dan senjata laras panjang serta tameng. Pengeroyokan itu dilakukan kepada seorang yang diduga pria yang sudah tersungkur ke tanah.

Dari keterangan yang menyebar di media sosial diduga peristiwa itu terjadi di dekat Masjid Al Huda, Jakarta Pusat. Tak hanya itu, pria yang dikeroyok itu pun diduga masih berusia 15 tahun.

Dalam video itu sekitar 10 orang itu melakukan pengeroyokan secara bergantian dengan cara ditendang dan dipukuli dengan tongkat.

Usai dipukuli dan ditendang, orang yang tengah dipukuli itu pun diseret salah satu pria pakaian serba hitam itu. (CNN/dfn)

Berikan Komentar