Polisi Beberkan Kronologi Sabu 15Kg

oleh -944 views

garudaonline, Tanjungbalai: Kasus sabu 15 Kg yang menjerat Warga Malaysia, Ketua Golkar Tanjungbalai Selatan dan Oknum Polisi akhirnya dibeberkan polisi.

Hingga keterangan ini dibuat, Polisi masih mendalami dari mana asal sabu-sabu tersebut.

Kapolres Tanjung Balai AKBP Irfan Rifai menjelaskan tersangka Dicky Purwanto, 30 (oknum polisi) dan Agusyanto, 36 (ketua Golkar Tanjungbalai Selatan) berperan sebagai pengawal dalam pengiriman barang haram tersebut.

“Warga Negara Malaysia atas nama Nur Famizal bin Ramdan, 23 sebagai kurir. Yang sipil dan polisi sebagai pengawal,” kata Irfan, Kamis (20/12) petang.

Dia menjelaskan, penangkapan berawal saat pihaknya mendapat informasi ada dua mobil yang diduga membawa sabu-sabu dari Tanjungbalai menuju Medan, Selasa (18/12). Lalu polisi melakukan penyelidikan mendalam.

Personel kemudian bergerak ke arah Jalan Cokroaminoto, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan dan menghentikan mobil Suzuki Vitara berplat nomor 1686 SA.

Dari dalam mobil ketiga tersangka diringkus. Setelah digeledah, polisi tidak menemukan barang bukti.

“Setelah kita interogasi, para pelaku mengaku sabu-sabu ada di dalam mobil Kijang Innova BK 1565 TW,” ungkapnya.

Mobil itu ditumpangi oleh Rio (DPO) dan AL (DPO). Petugas berupaya melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut.

Rabu (19/12), sekira pukul 02.00 WIB, mobil Innova tersebut diketahu berada di Jalan Lintas Sumatera, Desa Perkebunan Sukaraja, Kecamatan Simpangempat, Asahan. Ternyata mobil itu sudah ditinggalkan pelaku.

Saat mobil digeledah dan disaksikan pelaku yang ditangkap, ada tiga tas ransel hitam. Di dalamnya terdapat 15 bungkusan sabu di dalam kemasan teh Cina.

“Ketiga TSK dan BB diamankan ke Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai,”

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan, Agusyanto menjemput tersangka Dicky Purwanto di Jalan Teuku Umar, Tanjung Balai. Kemudian mereka bergerak menuju Selat Lancang ke rumah RIO (DPO).

Di sana Agus, Dicky dan Rio bergerak ke sebuah tempat pencucian kendaraan di seputar lokasi. Mereka mengambil tiga tas yang berisi sabu-sabu.

Mereka bertemu dengan AL (DPO) dan Nur Famizal Bin Ramdan. Mereka bergerak ke Jalan Cokroaminoto.

Saat diringkus, Toyota Kijang Inova yang ditumpangi Rio dan AL kabur.

“Kita masih melakukan penyelidikan dari mana sabu itu berasal,” ungkapnya.

Polisi sempat menggerebek kediaman kedua DPO. Namun mereka tidak ditemukan.

“Karena identitasnya sudah dikantongi, kita terus melakukan pengejaran,” tandasnya.

Untuk diketahui, Agusyanto sudah dipecat oleh Golkar sebagai kader. Sedangkan Dicky Purwanto adalah polisi berpangkat Brigadir yang bertugas di Satuan Intelkam Polres Tanjungbalai. (dfnorris)

Berikan Komentar