Polisi Lakukan ‘Serangan Fajar’ di Rumah Terduga Pengedar Narkoba di Medan

oleh -771 views
Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH (tengah) didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Amir Sitepu SH (kiri) dan sejumlah anggota merilis hasil 'serangan fajar' di rumah terduga pengedar narkoba di Medan.

garudaonline – Medan | Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Reskrim Polsek Kutalimbaru menggerebek rumah terduga pengedar narkoba di Jalan Brigjen Katamso Gang Alfajar, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun,  Senin (20/8/2018) sekitar pukul 06.30 WIB.

Dari aksi ‘serangan fajar’ itu, polisi berhasil menangkap dua terduga bandar narkoba yang merupakan abang adik. Polisi juga menyita barang bukti daun ganja kering seberat 7,5 ons, 18 paket ganja seharga Rp10 ribu, 1 paket sabu seberat 1,96 gram, uang Rp8 ribu, timbangan dan lain sebagainya.

“Dua terduga pengedar narkoba yang merupakan abang adik tersebut, AN alias Bimbim (32) dan CN aials Candra (27),” kata Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH dalam keterangan persnya diterima wartawan, Senin (20/8/2018) sekitar pukul 13.22 WIB.

Lebih lanjut mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua dan Polsek Medan Kota ini menjelaskan, penggerebekan tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan secara terus menerus di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di Gang Alfajar, Medan Maimun.

“Hasil penyelidikan kita peroleh informasi bahwa diduga dua abang adik, AN alias Bimbim dan CN alias Candra ini sering mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu dan daun ganja kering di sekitar rumahnya itu,” terang Martualesi didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Amir Sitepu SH.

Berdasarkan hasil penyelidikan itu, Tim Pegasus Polsek Kutalimbaru langsung melakukan penggerebekan di salah satu lokasi yang masuk dalam 5 prioritas basis narkoba jajaran Polrestabes Medan tersebut.

“Setelah dilakukan penggeledahan yang disaksikan ibu kepling, ditemukan barang bukti diduga narkotika jenis sabu-sabu dan daun ganja kering. Selanjutnya kedua tersangka diboyong ke Mapolsek Kutalimbaru guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Martualesi.

(g.01)

Berikan Komentar