Polisi Selidiki Asal Pembuatan Mie Terkait Keracunan Massal di Labura

oleh -488 views

garudaonline, Labura: Polisi menyelidiki kasus keracunan massal yang terjadi di Desa Gunung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut. Sekitar 63 orang warga mengalami keracunan setelah mengonsumsi mie rebus yang dihidangkan saat acara pengajian.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jama K Purba, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan warga yang menggelar pengajian tersebut. Yang bersangkutan mengatakan bahwa mie tersebut dibelinya dari salah seorang pedagang di pasar.

“Kita sudah mintai keterangan warga yang menggelar pengajian itu. Dia mengaku mie itu dibeli dari seorang penjual mie di pasar, tapi nggak tahu rumahnya di mana. Jadi kita sedang mencari penjual tersebut inisialnya R. Kita coba lidik lah,” kata Jama, Rabu (27/2/2019).

Jama mengatakan, polisi akan menelusuri asal muasal dari mie yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada potensi pelanggaran dalam pembuatannya.

“Jadi kita mau lihat dulu, apakah itu buatan sendiri (industri rumah tangga) atau seperti apa. Itu nanti jadi bagian dari penyelidikan. Nanti akan kita lakukan penggeledahan. Jadi biar jelas sumber mie nya dulu,” terangnya.

Selain itu, polisi juga telah mengambil sample mie yang dikonsumsi oleh warga di acara pengajian itu. Sampel tersebut saat ini masih dilakukan uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan setempat.

“Sampel sudah diambil, kemudian ada sekitar 10 orang korbannya itu sudah dirawat jalan. Sedangkan korban lainnya masih dirawat di rumah sakit,” bebernya.

Seperti diketahui, sekitar 63 warga Desa Gunung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Sumut) mengalami keracunan massal. Mereka mengalami muntah-muntah, mual, kepala pusing usai menyantap mie rebus dalam acara pengajian di salah satu rumah warga, Selasa (26/2/2019). Warga yang mengalami keracunan makanan langsung dilarikan ke rumah sakit. (Voshkie)

Berikan Komentar