Polisi Tak Ragu Kirim Para Pengedar Narkoba ke Ruangan Jenazah

oleh -1.787 views
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto (2 dari kiri), didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Hendri Marpaung (kanan) dan Kabidhumas Kombes Pol Rina Sari Ginting (kiri) merilis dua dari tiga anggota sindikat narkoba asal Aceh yang masih hidup di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (19/8/2017).

garudaonline – Medan | Maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara membuat kepolisian bertindak tegas. Bahkan, aparat Bhayangkara Negara ini tak segan-segan untuk mengirim para pelaku dan jaringannya ke ruangan jenazah. Artinya, jika melawan langsung tembak di tempat.

“Ini sudah komitmen Bapak Kapolri untuk tidak ragu mengirim pelaku dan jaringan narkoba ke belakang (ruangan jenazah),” ujar Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kabidhumas Kombes Pol Rina Sari Ginting saat merilis penangkapan tiga anggota sindikat narkoba asal Aceh di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (19/8/2017).

Menurutnya, maraknya peredaran narkoba di Tanah Air bertujuan untuk menghancurkan generasi Bangsa Indonesia. Peredaran narkoba dilakukan para sindikat baik jaringan nasional maupun internasional secara konsepsional dan sistematis.

“Perang terhadap narkoba ini terus kita digelorakan karena pada saat ini kita juga sedang menyelenggarakan Operasi Antik yang dimulai sejak Senin, (14/8) hingga Senin, (28/8/2017) mendatang. Kemarin, Kamis (17/8/2017) anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang berasal dari Aceh.”

“Penangkapan ketiga orang tersangka ini merupakan tindak lanjut informasi dari masyarakat yang menyebutkan akan dikirim narkoba asal Malaysia dari Aceh menunu Palembang, Sumatera Selatan dengan menggunakan kendaraan yang alhamdulillah identitasnya setelah dilakukan penghadangan benar bahwa kendaraan BK 1381 IF jenis Land Cruiser Prado hitam.”

“Pada saat dilakukan penangkanan di kawasan Besitang, Kabupaten Langkat, berhasil diamankan tiga orang pelaku dengan inisial AS alias A, B dan MA. Dari penangkapan itu ditemukan barang bukti 1 kilogram sabu yang menurut keterangan para pelaku setelah diinterogasi merupakan pesanan H,” terang Agus.

Selain sabu-sabu seberat 1 kilogram, sambungnya, pihaknya juga menyita barang bukti lain seperti 6 unit handphone, ATM, NPWP, uang ringgit 850 ringgit, dan sejumlah uang rupiah. Setelah mengamankan para pelaku, polisi kemudian melakukan pengembangan.

“Nah, pada saat dilakukan pengembangan, salah seorang pelaku berinisial MA berusaha merebut senjata petugas sehingga dilakukan tindakan tegas hingga meninggal dunia. Jadi polisi punya komitmen untuk tidak ragu mengirim para pelaku dan jaringannya ke ruangan jenazah.”

“Seperti Presiden Rusia bilang, memaafkan atau tidak mereka (teroris) itu urusan Tuhan, tetapi mengirim mereka ke Tuhan itu terserah saya.”

“Jadi ini merupakan peringatan kepada para pelaku dan jaringannya, hati-hati kalau mau pengedarkan atau melintasi, melakukan perlintasan di wilayah Sumatera Utara. Karena, sekali lagi kita tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas karena korbannya adalah generasi. Kita harus sama-sama punya tanggungjawab untuk menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba,” ujarnya.

(g.01)

Berikan Komentar