Ahok ‘Dibungkam’, Agus dan Anies Melaju Kencang

oleh -443 views

garudaonline – Jakarta | Bakal cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi irit bicara soal Pilgub DKI sejak diwanti-wanti oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Di saat yang sama, para pesaing Ahok terus bergerak menyapa warga Jakarta.

Ahok menjadi irit bicara sejak kontroversi ucapannya yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. Gara-gara hal itu, Gubernur DKI Jakarta tersebut dipolisikan hingga akhirnya meminta maaf.

Usai ziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada Senin (10/10/2016) lalu, Megawati lalu melarang Ahok untuk menjawab pertanyaan wartawan. Hasilnya sudah terasa di hari berikutnya. Saat ditanya wartawan soal Pilgub DKI, Ahok menjawabnya dengan ogah-ogahan.

Megawati dan Ahok tabur bunga di Makam Bung Karno (Foto: Jati/detikcom)Megawati dan Ahok tabur bunga di Makam Bung Karno (Foto: Jati/detikcom)

Ditanya soal sikapnya yang terasa berbeda itu, Ahok menampik itu adalah perintah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Enggak lah. Bu Mega ngomong, cuma hati-hati aja,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016).

Saat Ahok minim bicara, dua pesaingnya justru makin gencar memperkenalkan diri ke warga Jakarta meski belum resmi ditetapkan sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta. Mereka blusukan hingga menawarkan janji-janji kepada warga Jakarta.

Bakal cagub DKI yang diusung oleh Gerindra dan PKS, Anies Baswedan rajin ‘blusukan’ ke kampung-kampung padat penduduk. Yang terakhir, Anies menyapa warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada Rabu (12/10).

Sambil melewati gang-gang permukiman, mantan Mendikbud itu menyapa dan menyalami warga. Aneka curhat diutarakan langsung oleh warga ke Anies. Pernah soal penggusuran, ada pula tentang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Anies juga meneken kontrak politik dengan warga.

Anies mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan kepada warga yang tidak mempunyai akses lebih untuk mengungkapkan aspirasi. Menurut dia sosialisasi ini merupakan hak yang wajar.

“Kampanye belum mulai. Ini karena saya ditugaskan menjadi calon gubernur. Ya memang berinteraksi dengan warga mendengar aspirasi, harapan, justru penting sekali bagi calon untuk lebih banyak mendengar harapan-harapan dari warga,” kata Anies.

Menurutnya, warga menengah ke atas memang bisa mengadu lewat SMS hingga media sosial. Namun bagaimana dengan kalangan menengah ke bawah? Itulah alasan Anies gencar blusukan setelah mendaftar untuk menjadi cagub DKI. Sebelumnya, Anies juga sudah mengunjungi kawasan Kampung Guji, Manggarai dan Tanah Merah.
Turun ke masyarakat juga jadi strategi bakal cagub DKI, Agus Harimurti Yudhoyono. Metodenya mulai dari lari pagi hingga belanja ke pasar bersama sang istri, Anissa Pohan.

Agus yang sebelumnya tentara ini memang punya hobi lari. Sambil lari di CFD atau Ragunan, putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini menyapa warga dan memperkenalkan diri.

Terakhir, Agus datang ke rusunawa dan pasar di Koja hingga menemui warga Kampung Nelayan Muara Angke. Warga DKI yang antusias lalu curhat mulai dari harga sewa rusun dan hidup usai reklamasi. Meski tidak meneken kontrak politik, Agus memberikan janji-janji bila nanti terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta.

“Per bulan Rp 460 ribu ya? Mudah-mudahan bisa turun lagi. Saya insya Allah kalau ada kesempatan untuk memimpin, saya akan menurunkan lagi,” kata Agus Harimurti Yudhoyono di Rusunawa Sindang, Koja, Jakut, Selasa (11/10/2016).

“Nanti saya juga akan buat masjid. Dengan adanya tempat ibadah, insya Allah nantinya anak-anak kita akan menjadi anak sholeh dan sholehah,” lanjutnya.

Anies dan Agus terus tancap gas ketika Ahok mengerem. Yakin masih mau terus bungkam, Pak Ahok?(BS)

Berikan Komentar