Buka WPF, Jokowi: Indonesia Kalahkan Aksi Teror!

oleh -460 views

garudaonline – Jakarta | Membuka World Peace Forum (WPF) ke-6, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa Indonesia berulang kali diserang oleh aksi teror tetapi tidak membuat bangsa terpuruk. Seperti, aksi bom Bali tahun 2002 dan bom Sarinah, Thamrin, Jakarta, pada tahun 2016.

“Memang ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia dengan aksi teror, seperti peristiwa bom Bali tahun 2002 dan juga bom di Thamrin Jakarta di awal 2016. Namun dengan semangat kesatuan dan semangat gotong-royong yang kami miliki, Indonesia berhasil mengatasi aksi-aksi teror tersebut dan mereka gagal melumpuhkan kita,” kata Jokowi dengan bangga di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/11).

Kemudian, mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengatakan bahwa aksi teror di Tanah Air merupakan bagian atau imbas dari aksi kekerasan yang juga terjadi di negara lain. Meskipun, penyebab utama menjamurnya paham radikal di Indonesia adalah ketidakadilan yang bersifat global.

Untuk itu, Jokowi menegaskan perlunya aksi bersama antar negara untuk melawan paham radikal yang muncul di beberapa negara. Ia percaya World Peace Forum mampu menghasilkan solusi untuk menciptakan perdamaian dunia karena banyak tokoh agama dari seluruh belahan dunia yang ambil bagian.

“Indonesia bangsa negara yang terdiri dari ratusan suku bangsa, bermacam agama, negara yang kaya keanekaragaman. Namun justru dalam keragaman tersebut Indonesia berhasil menemukan kemampuan untuk bersatu sebagai sebuah bangsa dengan berlandaskan dua hal. Pertama, Indonesia memiliki Pancasila, ideologi bangsa cara berpikir dan bertindak, panduan hidup bangsa kami dalam melangkah maju. Kedua dan sama pentingnya dengan Pancasila adalah Bhineka Tunggal Ika, sebuah pepatah lama di Indonesia yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Inilah yang selalu menjadi pegangan kami,” tegas Jokowi.

saya sangat percaya bahwa WPF yang keenam ini akan dapat menghadirkan dialog yang produktif dan memperkuat usaha kita bersama dalam menghadirkan kedamaian di negara kita masing-masing dan tentunya perdamaian dunia. di sini ada pemuka agama, ada pembuat kebijakan, ada pakar, ada politikus, ada aktivis dari berbagai belahan dunia. anda semua adalah pembela perdamaian, Anda semua adalah cahaya-cahaya moral kami, dan kami semua berhutang kepada bapak ibu dan saudara saudara semuanya karena telah tanpa pamrih mempromosikan dan memperjuangkan perdamaian di dunia.

Secara terpisah, Din Syamsuddin mengatakan WPF ke-6 mengangkat tema “Countering Violent Extremism: Human Dignity, Global Justice and Collective Responsibility” dan akan dihadiri sekitar 200 perserta, di mana 91 peserta berasal dari 52 negara yang terdiri dari para tokoh agama, tokoh politik, intelektual, pengusaha, dan para pekerja perdamaian lainnya.

“Sekarang dunia tengah menghadapi ancaman peradaban sekaligus kejahatan kemanusiaan yang luar biasa, yaitu merajalelalnya kekerasan yang bersifat esktrem, baik atas nama agama, etnosentrisme, termasuk juga atas nama kepentingan politik. Oleh karena itu, tema ini harus kita bahas bersama sehingga WPF ke-6 tekankan keterkaitan dengan human dignity (martabat) karena kekerasan berdasarkan agama telah merusak harkat dan martabat kemanusiaan, sekaligus ingin kita teguhkan akarnya pada ketidakadilan global,” ungkap Din dalam sambutannya.

WPF ke-6 akan berlangsung mulai tanggal 1 November hingga 3 November di Hotel Grand Sahid, Jakarta.(BBS)

Berikan Komentar