Dua Tahun Pemerintahan, Jokowi-JK Sukses Ubah Komposisi di Parlemen

oleh -405 views

garudaonline – Jakarta | Dua Tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, banyak perubahan yang sudah dirasakan masyarakat Indonesia. Berangsur-angsur, Pemerintahan Jokowi-JK bahkan sudah memutarbalikan kekuatan dukungan di parlemen.

Terbukti, di dua tahun pemerintahannya, komposisi partai pendukung pemerintah kini lebih besar dibanding partai yang memposisikan diri sebagai oposisi.

Ketua DPP Partai NasDem yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem, Johnny G Plate, menjelaskan, pemerintahan Jokowi-JK dalam kurun waktu dua tahun mampu melakukan konsolidasi politik, baik itu di parlemen maupun di dalam lingkungan parpol. Semua semata-mata dilakukan untuk melahirkan pemerintahan yang memiliki dukungan kuat di ranah pengambil kebijakan.

“Konsolidasi politik yang menghasilkan regrouping partai pendukung pemerintah yang semakin solid diharapkan menjadi momentum yang baik untuk mengambil kebijakan pembangunan yang lebih akseleratif. Khususnya melalui dukungan kekuatan politik di DPR-RI dalam kaitan dengan legislasi dan APBN yang semakin kredibel,” kata Jhonny, Kamis (20/10).

Selain mengalami kemajuan di bidang politik, banyak capaian positif yang diraih pemerintahan saat ini, seperti di bidang ekonomi, hukum, kesehatan, pendidikan, sosial, pertahanan keamanan, dan lain-lain. Di bidang-bidang tersebut, mengalami kemajuan yang cukup baik jika dibandingkan masa-masa awal pemerintahan.

Di bidang ekonomi, program konektivitas pembangunan infrastruktur sudah diawali dengan baik. Dalam sisa waktu tiga tahun kedepan, diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan sesuai dengan akselerasi yang diharapkan.

“Ke 13 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah, diharapkan mulai memberikan hasil melaui rangsangan investasi domestik dan khususnya melalui program amnesti pajak yang menurut kami dalam kurun waktu tiga bulan pertama sangat berhasil,” ucap Jhonny.

Di bidang hukum, khususnya terkait hak asasi manusia (HAM) dan isu Pilkada yang bernuansa SARA masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian yang lebih serius terkait dengan komitmen kehidupan kebangsaan yang majemuk. Tidak saja dalam wujud toleransi yang pasif, namun perlu dalam bentuk toleransi yang autentik dan fundamental.

Sementara itu, khusus dalam program bantuan sosial, pendidkan murah dan biaya kesehatan yang terjangkau perlu disempurnakan khususnya terkait dengan implementasi di lapangan. Penyempurnaan terebut dilakukan agar program bantuan sosial tidak salah sasaran.

“Nasdem akan tetap konsisten mendukung presiden dalam berbagai kebijakan untuk memastikan keberhasilan pembangun khususnya pada periode paruh tiga tahun berikutnya,” kata Jhonny.(IN)

Berikan Komentar