Jokowi Harus Tata Ulang Koalisi

oleh -223 views

garudaonline – Jakarta | Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menata ulang koalisi pemerintahannya. Jokowi perlu mempertimbangkan membuang partai politik (parpol) yang tidak loyal.

“Harus ada penataan. Tidak bisa berada dalam pemerintahan tapi menikam dari belakang,” kata Ray dalam diskusi bertema “Politik Indonesia Pasca 4 November: Jokowi, Teman Koalisi dan Pilkada” di Jakarta, Senin (7/11).

Ia menjelaskan, ada tiga partai yang diduga ikut ‘bermain dari belakang’ dalam aksi tersebut yaitu PAN, PPP dan PKB. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahkan menerima peserta aksi unjuk rasa. Dia menyadari keikutsertaan ketiga partai itu tidak terlepas dari persaingan di Pilgub DKI. Ketiga partai ini mendukung pasangan Agus Harimuti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni.

Namun dalam aksi 4 November lalu, ketiga partai ini terlihat masuk dalam kelompok yang ingin menjatuhkan Jokowi.
“Menghadapi aksi 4 November, tiga partai tidak menonjol. Ada kesan, PAN beda pendapat dengan presiden,” tanya Ray.

Menurutnya, pascaaksi 4 November terlihat peta koalisi berubah. Jokowi bisa melihat mana yang tulus menjadi anggota koalisi dan mana yang perlu dibuang. Jokowi harus bisa mengambil tindakan. Tidak bisa memelihara partai yang hanya ingin menikmati kekuasaan tetapi pada saat ada masalah malah ikut menikam.

“PPP dan PAN perlu dipertimbangkan untuk dibuang. PKB mungkin masih bertahan, tapi bisa saja kursi menteri dikurangi. Jika PAN dan PPP dibuang, koalisi pendukung Jokowi masih cukup mayoritas di parlemen. Ada PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura dan PKB,” tutupnya.(Ber)

Berikan Komentar