Kiai NU Puji Permohonan Maaf Ahok

oleh -509 views

garudaonline – Jakarta | Khatib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Ahmad Zahari memuji sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyatakan permohonan maaf kepada umat Islam atas ucapannya yang menjadi sumber polemik di tengah masyarakat Jakarta.

Permohonan maaf itu akan dapat segera menetralkan keadaan dan menghentikan polemik yang cukup tegang. KH Ahmad Zahari menganggap sikap Ahok itu sudah sangat tepat demi menciptakan kondisi yang kondusif jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta.

“Saya sangat menyambut baik sikap Ahok yang meminta maaf tersebut. Ini menunjukkan bahwa Ahok bukan orang yang sombong. Lepas dari kontroversi Ahok salah atau tidak, permintaan maaf itu menunjukkan sikap kenegarawanan Ahok,” ujar Zahari di Jakarta, Senin (10/10) malam.

Sejak awal polemik itu terjadi, kiai yang murah senyum itu menyatakan dirinya sangat berharap Ahok menyampaikan permohonan maaf. Sebab, benar atau salah, perkataan Ahok itu telah menimbulkan polemik dan membuat gaduh suasana di Jakarta.

“Alhamdulillah, hari ini Ahok sudah minta maaf. Ini akan sangat baik bagi Ahok. Selama ini dia dikesankan sebagai orang yang arogan, tetapi ternyata tidak. Mau meminta maaf, itu menunjukkan bahwa dia memiliki kepekaan yang sangat tinggi,” tegas Zahari.

KH Ahmad Zahari adalah salah satu narasumber dalam halaqah yang digelar oleh Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta dengan tema “Pilkada: Kesetiaan Kepada Pancasila dan UUD 45″ yang digelar pada Minggu (9/10). Pada kesempatan tersebut Zahari menegaskan, kesatuan (keseragaman) dalam NU hanya dalam soal ibadah dan tarbiyah (pendidikan) keagamaan. Sementara, dalam soal politik, orang NU memiliki kebebasan memilih calon pemimpin sesuai hati nurani masing-masing.

“Tidak pernah ada instruksi kelembagaan yang mengharuskan orang NU memilih calon tertentu dalam Pilkada di Jakarta. Orang NU bebas memilih. Orang NU seragam dalam soal ibadah dan pendidikan keagamaan. Kalau soal politik, itu urusan individu masing-masing,” tegas Zahari.

Ketika menjelaskan soal kriteria pemimpin yang baik menurut NU, Zahari menegaskan, NU selalu mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar memberikan kemaslahatan kepada masyarakat luas.

“Soal kriteria, ya, kriteria umum saja, sesuai dengan prinsip kemaslahatan masyarakat luas. Pekerja keras, mempunya visi yang baik, jujur, adil, dan transparan. Saya pikir ini kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat mana pun. Sederhana saja. Tinggal bagaimana masyarakat mampu melihat kriteria tersebut ada pada calon gubernur dan wakil gubernur yang mana,” katanya.(bs)

Berikan Komentar