Puluhan Ribu Demonstran Desak Presiden Korsel Mundur

oleh -419 views

garudaonline – Seoul | Unjuk rasa besar-besaran kembali digelar di Seoul, Korea Selatan (Korsel). Tuntutan unjuk rasa ini masih sama seperti aksi sebelumnya, yakni mendesak Presiden Park Geun-hye untuk mundur dari jabatannya di tengah maraknya skandal korupsi yang menyeret dirinya.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/11/2016), kepolisian Seoul memperkirakan ada sekitar 170 ribu orang yang akan ikut aksi protes ini. Namun penyelenggara demo menyebut ada sekitar 1 juta orang yang akan ikut dalam aksi protes ketiga yang digelar setiap akhir pekan di Seoul ini.

Kepolisian mengerahkan sekitar 25 ribu personelnya dengan sebagian besar mengenakan pakaian antihuru-hara. Sedangkan mobil dan truk kepolisian memblokir setiap akses jalanan di sekitar Istana Kepresidenan atau yang disebut Blue House. Pada Sabtu (12/11) sore, demonstran yang berkumpul di Balaikota Seoul berencana melakukan long march ke Blue House melalui empat rute berbeda.

Sejumlah foto dari pusat kota Seoul menunjukkan kerumunan massa sangat besar memenuhi jalanan utama kota tersebut. Para demonstran bercampur dengan para siswa sekolah menengah juga mahasiswa. Beberapa bahkan membawa serta bayi maupun anak-anak mereka.

“Park Geun-hye harus mengundurkan diri karena dia tidak mengurus negara kita dengan baik,” ucap bocah berusia 11 tahun, Park Ye-na, yang ikut dalam aksi protes ini.

Presiden Park terseret skandal korupsi dan nepotisme yang fokus pada teman dekatnya, Choi Soon-sil. Choi kini dalam penahanan kepolisian atas dakwaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia disebut-sebut memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Park demi keuntungan pribadi.

Suara dentuman drum khas Korea dan teriakan slogan antipemerintah mewarnai unjuk rasa ini. Namun secara keseluruhan, aksi berlangsung damai dengan para demonstran membawa serta poster dan spanduk yang menyerukan Presiden Park mundur. Dalam pernyataan via televisi pada Jumat (11/11) waktu setempat, Wakil Perdana Menteri Korsel Lee Joon-sik mengkhawatirkan potensi adanya aksi kekerasan massal di sela-sela unjuk rasa. Lee mendorong para demonstran untuk menghormati barikade polisi.

Untuk pekan ini, aksi protes diikuti oleh massa yang lebih besar dari sebelumnya. Beberapa bahkan rela datang dari wilayah lain yang jauh dari Seoul. Salah satunya Choo Joo-pyo yang datang dari Jeonju yang berjarak 200 kilometer dari Seoul. Dia membawa serta istri dan putrinya yang masih berusia 2 tahun.

Para demonstran dari wilayah di luar Seoul berangkat dengan kereta dan juga bus. Sekitar 1.000 demonstran bahkan dilaporkan secara khusus terbang dari Pulau Jeju, Korsel bagian selatan yang juga dikenal sebagai tujuan wisata ternama.

“Saya berada di sini untuk mendesak pengunduran diri Park Geun-hye. Permohonan maafnya tidak berarti. Dia harus mundur,” tegas salah satu demonstran bernama Cho Ki-mang yang berusia 66 tahun, merujuk pada permohonan maaf yang disampaikan Presiden Park beberapa waktu lalu.(ds)

Berikan Komentar