Polres Humbahas Ungkap Sindikat Penipuan Via Handphone yang Dikendalikan dari Rutan

oleh -2.300 views
Kapolres Humbahas AKBP Dr. H. Mhd R Dayan, S.H., M.H menginterogasi kedua anggota sindikat penipuan via telepon

garudaonline – Humbahas | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil mengungkap sindikat penipuan melalui handphone yang dikendalikan seorang tahanan.

Tahanan tersebut berinisial LA (26). Ia sedang menjalani hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B, Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, terkait kasus narkoba.

Kapolres Humbahas AKBP Dr. H. Mhd R Dayan, S.H., M.H mengatakan, dalam pengungkapan itu pihaknya menangkap dua orang tersangka terdiri dari seorang laki-laki dan seorang lagi perempuan.

“Mereka kami tangkap saat mengambil uang kiriman dari korbannya pada Sabtu, 21 September 2019 sekitar pukul 15.45 WIB,” ujar Dayan dalam keterangan persnya di Mapolres Humbahas, Kamis, 26 September 2019.

Lebih lanjut Dayan menjelaskan bahwa kedua anggota sindikat penipu via handphone tersebut adalah, JMP (24) warga Jalan SM Raja Gang Jemaat Allah dan DSS, perempuan berusia 24 tahun, warga Jalan Karya, Kelurahan Dolok Sanggul, Kecamatan Doloksanggul, Humbahas.

Dari penangkapan itu polisi menyita barang bukti uang sebanyak Rp4 juta, 8 kartu ATM, 3 unit handphone, slip penarikan uang dari ATM BRI dan 1 unit sepeda motor yang digunakan untuk mengambil uang ke ATM.

“Sindikat ini berada di Doloksanggul. Korbannya cukup banyak, ada juga di Palembang dan Pekanbaru. Kalau modusnya, tersangka LA menelepon korbannya menawarkan usaha bersama, dagang elektronik hasil tangkapan Bea Cukai,” papar Dayan.

Setelah terjadi kesepakatan, tersangka lalu meminta kepada korban agar mengirim uang sebagai modal usaha bersama tersebut.

“Yang pertama, korban Bangun Panggabean (34) warga Desa Hutapaung, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas sempat mengirimkan uang sebanyak Rp7 juta kepada tersangka.”

“Yang kedua, ia mengirimkan kembali uang sebanyak Rp3 juta yang diminta tersangka. Merasa ditipu, korban lantas melapor ke Polres Humbahas dan kedua pelaku berhasil kami tangkap,” jelas Dayan.

Terkait peran tersangka JMP dan DSS, pimpinan tertinggi dalam organisasi Polres Humbahas itu mengatakan bahwa tugas keduanya mengambil uang yang baru dikirim korbannya via ATM.

“Jadi pengakuan dari kedua tersangka yang sudah diamankan bahwa mereka sudah sering ditelepon oleh tersangka LA untuk mengambil uang dari ATM setiap LA berhasil menipu orang lain dan mereka mendapat bagian sepuluh persen dari penghasilan,” sebut Dayan.

(g.01)

Berikan Komentar