Polres Labuhanbatu Tangkap Residivis Narkoba, Sabu 1 Ons Disita

oleh -1.320 views
Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H (kanan) didampingi anggotanya (kiri) menginterogasi tersangka kasus sabu

garudaonline – Rantauprapat | Personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang residivis kasus narkoba dan menyita barang buktinya berupa sabu-sabu seberat 1 ons.

Tersangka DCD alias Depa (47) warga Jalan Paindoan, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu ini disergap polisi di  SPBU H Adam Malik,  Jalan Baru By Pass, Rantauprapat pada Senin, 18 Mei 2020 sekira pukul 21.30 WIB.

“Dari tersangka kita sita barang bukti 1 balutan lakban warna kuning, 1 unit handphone warna hitam, 1 bungkus plastik klip besar transparan yang diduga berisi sabu berat bruto 101,17 gram,” kata Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H.

Lebih lanjut, mantan Kasat Narkoba Polres Serdang Bedagai ini menjelaskan bahwa penangkapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.

“Senin, 18 Mei 2020 sekira pukul 20.30 kami mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercayai kebenarannya tentang adanya peredaran narkotika jenis sabu di jalan baru by pas tepatnya di SPBU Jalan H Adam Malik,” sebut Martualesi.

Mendapat informasi itu, personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat Narkobanya AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H dan Kanit Idik II Ipda Tito Alafhezt, S.Trk langsung melakukan penyelidikan ke tempat di maksut.

“Hasil penyelidikan sekira pukul 21.30 WIB tersangka berhasil ditangkap, namun saat ditangkap tersangka mencoba menjatuhkan bungkusan yang ada di tangan kanannya ke tanah.”

“Lalu saat tersangka sudah diamankan diperintahkan mengambil bungkusan yang sudah dijatuhkannya ke tanah yang ternyata 1 plastik klip berisi kristal diduga narkotika jenis sabu,” papar Martualesi.

Selanjutnya dari hasil interogasi tersangka menerangkan bahwa bungkusan tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seseorang yang dikenalnya melalui HP.

“Dari interogasi awal tersangka juga mengakui seorang residivis kasus narkotika yang divonis selama 4 tahun dan baru bebas dari penjara setelah PB di awal tahun 2020.”

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Th 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tutup Martualesi Sitepu.

(g.01)

Berikan Komentar