Polres Labuhanbatu Ungkap Sindikat Pengedar Psikotropika, Ribuan Butir Pil Atarax Disita

oleh -1.348 views
Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H (kanan) merilis pengungkapan sindikat pengedar obat keras

garudaonline – Rantauprapat | Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara berhasil mengungkap sindikat pengedar psikotropika di wilayah hukumnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap empat orang tersangka dan menyita barang bukti ribuan pil atarax (alprazolam), serta ratusan obat keras lainnya.

Empat tersangka berinisial MR alias R (24), ES alias E (23), SDM.,S.Fam (perempuan), dan ASH (26).

“Pada tanggal 22 Juli 2020 ditangkap tersangka MR alias R, di Hotel Nuansa, Kota Rantauprapat,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkobanya AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H, Senin (27/7/2020).

Dari tersangka R, sambung Martualesi, pihaknya menyita barang bukti 21 butir pil riklona.

“Pil riklona atau klonopin atau rivotril ini obat dengan zat aktif clonazepam yang merupakan psikotropika golongan 4.”

“Kepemilikan atau pembelian serta penggunaan obat ini wajib atas resep dokter,” sebut Martualesi.

Dari R, tambah Martualesi, berkembang ke tersangka ES alias E yang merupanan honorer RSUD Kotapinang.

ES alias E ditangkap juga pada Rabu (22/7/2020), di depan RSUD Kotapinang. Darinya disita barang bukti 50 butir pil riklona.

Selanjutnya pengembangan dari MR alias R dan ES alis E berhasil ditangkap SDM.,S.Fam, yang merupakan honorer bagian apoteker pendamping di RSUD Kotapinang.

Darinya disita barang bukti 2.240 butir obat atarax (alprazolam) merupakan psikotropika golongan 4 No.urut 2, dan 40 butir obat riklona.

“Tersangka SDM ini ditangkap juga pada 22 Juli 2020, di rumahnya di Kompleks Perumahan AA Residen Kotapinang,” ujar Martualesi.

Polisi yang telah mengamankan ketiga tersangka, kembali melakukan pengembangan. Hasilnya ditangkap tersangka ASH (26) yang juga merupakan honorer di RSUD Kotapinang.

ASH ditangkap pada Senin (27/7/2020) pukul 16.00 WIB, di rumah mertuanya di JaLan Lintas Cikampak-Riau.

ASH ini berperan menghubungkan tersangka Eko dengan SDM.,S.Fam yang menyediakan obat psikropika.

Adapun total psikotropika yang berhasil disita sebanyak 2.280 obat atarax, 111 butir obat riklona, dan ratusan butir obat keras lainnya.

Dari hasil penyidikan, peredaran obat keras ini sudah berlangsung lama, sekitar setahun lebih dengan modus membeli dari penyedia obat seharga 1 strip (10 butir) seharga Rp.100.000 dan dijual kepada konsumen seharga Rp.50.000/butir atau 1 strip (10 butir) seharga Rp.500.000.

“Terhadap kasus ini masih dilakukan penyelidikan kenapa sampai obat-obatan dari RSUD Pemerintah bisa beredar bebas tanpa ada resep dokter ataupun izin.”

“Terhadap keempat tersangka kami persangkakan dengan Pasal 60 Ayat 3 dan 4 UU RI NO.5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika YO PERMENKES RI NO.3 Tahun 2017 Tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” papar Martualesi Sitepu.

(g.01)

Berikan Komentar