Polres Pematangsiantar Tindak Tegas Dua Pelaku Curat Bongkar Rumah

oleh -874 views
Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi P Saragih, S.I.K (2 dari kiri) didampingi Kasatreskrimnya Iptu Nur Istiono, S.I.K., M.H (kanan) merilis dua tersangka curat berikut barang buktinya.

garudaonline – Pematangsiantar | Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar, Sumatera Utara melakukan tindakan tegas terhadap dua anggota komplotan pencurian dengan pemberatan (curat) modus bongkar rumah.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi P Saragih, S.I.K didampingi Kasatreskrimnya Iptu Nur Istiono, S.I.K., M.H mengatakan, tindakan tegas terpaksa dilakukan karena kedua tersangka berusaha melakukan perlawanan.

“Mereka coba kabur saat dilakukan pengembangan, sehingga kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Budi saat konferensi pers pengungkapan kasus di depan gedung Satreskrim Polres Pematangsiantar, Jalan Sudirman No 08, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Rabu (22/1/2020).

Adapun kedua tersangka tersebut adalah, SBS (36) warga Jalan Siak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar/Jalan Teratai Gang Bunga Tulip, Kelurahan Rambung Merah, Kabupaten Simalungun, dan DS alias Plur (34) warga Jalan Medan Km 4, Kelurahan Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar/Jalan Parapat Km 7, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun.

Mereka melakukan aksi pencurian di rumah korbannya Kamina Lumbanraja (50) di Jalan Tualang No 17 C, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar pada Jumat, 22 November 2019. Dalam aksinya, kedua tersangka menggasak uang milik korban sebanyak Rp400 juta.

“Mereka juga mengambil barang-barang seperti laptop, perhiasan emas, rokok, dan surat-surat berharga lainnya, sehingga total kerugian korban mencapai Rp600 juta,” papar Budi.

Saat ditangkap, dari kedua tersangka disita barang bukti 2 unit sepeda motor masing-masing BK 4182 TAL dan BK 6300 WAH, tas hitam berisikan laptop, 1 unit handphone, perhiasan emas, kipas angin, cat kaleng besar, sekop, gergaji, linggis, meteran, dan lain sebagainya.

Terhadap kedua tersangka hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Mereka dipersangkakan dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e dari KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara.

(g.01)

Berikan Komentar