Prabowo: Elit Indonesia Gagal Membangun Bangsa

oleh -237 views

garudaonline, Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyindir elite Indonesia yang dia sebut telah gagal membangun bangsa. Prabowo tak menyebut secara jelas kaum elite yang dia maksud.

Para elite ini, kata dia, mestinya bersikap kesatria dan meminta maaf serta langsung meninggalkan panggung pemerintahan karena telah gagal membangun negeri.

“Elit telah gagal, elite Indonesia gagal, kalau bersikap ksatria, punya rasa tanggung jawab kalau tidak berhasil (harusnya) ya elite-nya meminta maaf dan meninggalkan panggung,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Prabowo juga menekankan seharusnya para cendekiawan dan barisan elite lebih memerhatikan kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi.

Prabowo bercerita, dia pernah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi. Namun dia tak mau menyebutkan siapa nama menteri dan era pemerintahan yang dia temui itu.

Ketika itu, Prabowo tengah menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Saat itu Prabowo bertanya kepada salah satu teknokrat di Kementerian itu terkait perlindungan petani karena pada saat musim panen justru digelontorkan impor pangan secara besar-besaran.

“Saya pernah datang ke Menko Ekuin, saya enggak sebut siapa, enggak enak. Saya ketemu seorang teknokrat, saya imbau pemerintah untuk tidak buka keran impor,” kata Prabowo bercerita.

Kemudian, si menteri berkata kepadanya bahwa petani Vietnam lebih efisien dari petani Indonesia.

“‘Untuk apa bela petani Indonesia’, saya terbengong. Saya lihat tampangnya itu, saya lihat mukanya itu saya langsung tidak hormat dengan gelar doktor yang dia pakai,” kata Prabowo.

Padahal, kata Prabowo, jika memang petani Indonesia kurang efisien maka pemerintah manapun selama menjabat harusnya membantu dengan berbagai cara, misal meningkatkan teknologi pertanian.

“Ini kalau Prabowo dibilang lagi mengada-ngada soal ini saya sebut namanya nih siapa,” kata dia. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar