Praktik 3 Tahun, Polda Sumut Tangkap Dokter Gigi Gadungan

oleh -1.552 views
Kanit 3 Subdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut Kompol Wira Prayatna SH SIK MH (tiga dari kanan) merilis tersangka dokter gigi gadungan berikut barang buktinya

garudaonline – Medan | Subdit 4 Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut di bawah pimpinan PS Kasubdit Tipiter Kompol Hairil Sani SH dan Kanit 3 Subdit 4 Kompol Wira Prayatna SH SIK MH berhasil menangkap seorang dokter gigi gadungan bernama Rudini Arif S.Pt (27).

“Dokter gigi gadungan tersebut ditangkap di rumah yang sekaligus dijadikan tempat praktinya di Jalan Setia Luhur No 177 A, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia pada Sabtu (21/7) pukul 18.30 WIB lalu,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin 6 Agustus 2018.

Tatan menyebutkan tersangka telah berpraktik sebagai dokter gigi sejak 2015. Tersangka yang merupakan warga Jalan Bambu II Kiri No 115, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur ini ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Polisi langsung melakukan  penyelidikan dengan mendatangi tempat praktik itu dengan mempergunakan bantuan informan yang berlakon sebagai calon pasien yang mempunyai keluhan gigi,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Tatan, setelah calon pasien memasuki ruangan praktik dokter gigi dan duduk di kursi unit praktik gigi, penyelidik langsung memasuki rumah yang dijadikan tempat praktik gigi itu. Saat itu penyelidik melihat Rudini sedang melakukan perawatan dan pengobatan gigi terhadap seorang pasien.

“Tersangka saat itu sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink, dengan memegang peralatan kaca mulut yang akan dipergunakan menangani pasien yang sedang menjalani perobatan gigi, sehingga langsung dilakukan penangkapan,” terangnya.

Adapun alat yang ditemukan di ruangan Rudini untuk praktik gigi, berupa 1 set TCD, 1 set Tool Kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 buah kaca mata pasien, 1 set suction, 1 buah handuk alas, 1 set Dental Unit, 1 set Bahan Gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet warna pink dan kaca mulut.

“Tersangka menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan seolah-olah ia adalah seorang dokter atau dokter gigi dengan papan nama dan baju yang bertuliskan drg Rudini Arif, padahal tersangka ini adalah sarjana peternakan,” terangnya.

Saat ini, Tatan mengaku Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan terhadap Rudini. Begitupun, dokter gigi gadungan ini dijerat dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam 73 ayat 1 dan Pasal 73 ayat 2 dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150.000.000,00.

“Untuk tindak lanjut, kita akan memanggil saksi-saksi yang terkait dalam praktek perawatan dan pengobatan gigi yang dilakukan tersangka, memanggil saksi dari Dinas Kesehatan Kota Medan serta mengundang Ahli dari IDI Cabang Medan,” tandasnya.

(voshkie)

Berikan Komentar