Protes Pelecehan Seksual, Korban Malah Dipukuli Pelaku dan Orang Tuanya

oleh -748 views
Women stand at a crowded place in the southern Indian city of Bangalore October 9, 2006. According to the latest official figures, a woman is raped every half-hour in India. Last year, there were more than 18,000 rapes in the country, and these are only the reported cases. Activists suspect the number is much higher as many women don't report attacks to police, fearing harassment or social stigma. To match feature LIFE INDIA WOMEN REUTERS/Jagadeesh Nv (INDIA)

garudaonline, Jakarta: Setidaknya sembilan orang ditangkap menyusul serangan segerombolan orang ke sebuah sekolah khusus perempuan di Negara Bagian Bihar di India timur laut.

Media setempat melaporkan, sekitar 34 siswi sekolah perempuan dirawat di rumah sakit akibat dipukuli segerombolan remaja laki-laki yang didampingi para orang tua dan tetangga mereka.

Anak-anak gadis siswi sekolah negeri di Triveniganj itu diduga diserang dan dipukuli dalam aksi Sabtu, 6 Oktober karena sebelumnya memperingatkan anak-anak lelaki setempat agar berhenti melecehkan mereka secara seksual.

Hingga Senin, polisi telah menahan enam anak laki-laki dan tiga perempuan penyerang yang merupakan keluarga dari sejumlah anak laki-laki itu.

Polisi menduga masih ada delapan hingga 10 orang lainnya yang juga terlibat dalam serangan terhadap gadis-gadis yang berusia antara 10 dan 16 tahun itu.

Pada Senin, 8 Oktober, polisi mengatakan bahwa sejumlah siswi masih menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi akan bisa segera pulang.

Bagaimana kejadiannya?

Awalnya, para siswi sedang bermain di halaman sekolah perempuan di distrik Saupaul, 250 km dari Patna, ibu kota Negara Bagian Bihar.

Sebagian dari mereka memergoki sekelompok anak-anak lelaki yang menyelinap masuk. Sejumlah siswi lalu mengusir mereka.

Bocah-bocah lelaki itu menolak dan malah melecehkan mereka secara seksual. Para bocah perempuan itu tak gentar: mereka melawan, terlibat pertengkaran, bahkan terlibat bentrokan fisik dengan anak-anak lelaki itu, yang kemudian mundur dan pergi.

Namun, kata polisi, kawanan anak laki-laki itu kemudian kembali bersama para orang tua mereka dan penduduk lain, dengan bersenjatakan tongkat bambu dan batang besi.

Mereka menerabas masuk sekolah, menyerang para siswi dan bahkan menyerang para guru yang mencoba menenangkan mereka, kata polisi.

“Mereka menyeret kami dengan menjambak rambut kami, menyerang dengan tongkat bambu, menendang dan meninju,” kata salah seorang siswi yang dirawat di rumah sakit itu kepada kepada surat kabar Inggris, Guardian.

Seorang anggota staf di sekolah itu mengatakan kepada Times of India bahwa dia melihat “sekitar 15 orang, baik pria maupun perempuan, memukuli para siswi dengan tongkat dan batang kayu” dan merusak benda-benda milik sekolah.

“Kami tidak bersenjata dan tidak punya alat apa pun untuk melindungi diri. Saya melihat banyak teman tergeletak di lantai dan menangis kesakitan,” kata seorang siswi.

Pada hari Minggu keesokan harinya, penduduk setempat turun ke jalanan di Triveniganj untuk memprotes serangan terhadap para siswi itu. Para pegiat mendesak ditetapkannya perlindungan terhadap para pelajar perempuan, khususnya di sekolah negeri.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan bahwa para siswi itu sebelumnya telah melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan berulang kali oleh remaja setempat, yang mengintai di sekitar sekolah mereka dan menulis kata-kata vulgar di dinding sekolah.

“Semua yang ditemukan terlibat dalam serangan terhadap gadis-gadis itu akan ditindak,” kata Baidyanath Yadav, hakim distrik Saupaul kepada media setempat.

Kekerasan seksual telah menjadi masalah politik yang besar di Bihar, salah satu negara bagian termiskin India. Dalam laporan awal tahun ini terungkap bahwa puluhan anak perempuan diduga telah diperkosa di panti asuhan anak-anak. (okz/voshkie)

Berikan Komentar