‘10 Tahun Perjalanan Toba’, Dokumentasikan Jejak Peradaban dan Budaya Batak

oleh -149 views

garudaonline – Jakarta | ‘Mendokumentasikan jejak peradaban dan budaya Batak dengan mewariskannya sebagai pengetahuan agar generasi muda Indonesia tau serta lebih peduli dengan ajaran yang ditinggalkan para leluhur, sehingga tidak larut dalam modernisasi gaya hidup Barat. Dengan harapan tidak melupakan jati diri sebagai orang Timur yang menghargai ajaran leluhur,’.

Hal ini diutarakan Hasiholan Siahaan pewarta foto senior Koran Sindo, saat pembukaan peluncuran buku dan pameran foto ’10 Tahun Perjalanan Toba’, di Anjungan Sumatera Utara TMII, Jakarta Timur, Jumat (11/11/2016).

Kehidupan masyarakat Batak yang merupakan tanah kelahiran Hasiholan, secara khusus menampilkan rekaman visual terbaik sebanyak 144 foto yang menjadi catatan sejarah kearifan budaya lokal dan kehidupan sosial leluhur Batak Toba dari tujuh kabupaten di wilayah Sumatera Utara yang beragam serta jarang terekspos.

Khususnya kehidupan masyarakat yang bermukim di kawasan Danau Toba yang hingga kini dalam literatur sejarah diyakini menjadi tempat diturunkannya orang Batak pertama kalinya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Program Toba , Edo Panjaitan berharap, agar setiap generasi muda Batak tidak melupakan tradisi para leluhurnya. Dirinya berharap, peluncuran buku berisikan sebanyak 144 foto tentang Toba. Sehingga pameran foto ini dapat menanamkan pemahaman agar generasi bangsa mencintai budaya daerahnya masing-masing, terutama para generasi muda Batak.

“Kami (Tim Toba) ingin tetap mengingatkan agar tradisi para leluhur Batak selalu dikenang di sepanjang waktu oleh seluruh generasi bangsa-bangsa. Toba, salah satu keindahan yang penuh keajaiban di dunia,” tukasnya.

Dia mengungkapkan, buku Toba tersebut berisikan foto-foto sejumlah tempat bersejarah para leluhur Batak, serta kehidupan orang Batak dengan nilai-nilai kearifan lokal di sekitar kaki Gunung Toba.

Menurutnya, banyak nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal dikisahkan melalui foto-foto Toba tersebut. Ini sekaligus merupakan perjalanan 10 tahun Hasiholan Siahaan XIV selaku fotografer Toba.

“Kita berharap agar seluruh bangsa-bangsa dunia dapat mengoleksi foto-foto tentang Toba ini dengan memiliki buku tersebut. Buku Toba ini rencananya akan dijual dan disebarkan di gerai toko buku terkemuka di Indonesia,” sebutnya dan menambahkan buku itu dijual seharga Rp 987 ribu dengan kemasan eksklusif.

Sebagian buku itu juga akan disumbangkan ke daerah-daerah di Sumatera Utara dan akan dicatatkan di Perpustakaan Nasional RI.

Edo pun tak lupa meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Batak agar pelaksanaan acara Toba berjalan sukses dan lancar. “Mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat Batak di Indonesia, agar semuanya berjalan lancar,” papar Edo.

Sementara itu puluhan frame yang ditampilkan memberikan banyak informasi tentang identitas awal masyarakat Batak, misalnya lokasi yang dipercaya sebagai tempat awal leluhur Batak yaitu Gunung Pusuk Buhit. Selanjutnya makam batu kuno yang diyakini sebagai makam leluhur di Huta (kampung kecil) Sihotang dan pemukiman kecil di pelosok Samosir bertembok batu peninggalan zaman megalitikum.(BBS)

Berikan Komentar