Bah… Portal pun Dibuat Ajang Pungli

oleh -567 views

garudaonline – Labura | Warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) setiap melewati portal pembatas di sana. Setiap truk yang melewati portal dikenakan tarif berbeda mulai Rp25 ribu sampai Rp50 ribu.

“Ada 4 portal yang baru dibangun di sana. Jadi, setiap truk baik itu truk pengangkut sawit atau bahan pokok dikenakan retribusi. Jelas ini sangat merugikan kami sebagai petani sawit,” jelas tokoh masyarakat Desa Ujung Padang Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labura, Syahrial Munthe, Rabu (02/11/2016), saat mengadukan permasalahan ini ke Mapoldasu.

Dikatakannya, di tengah maraknya perintah presiden dalam pemberantasan pungli justru Kepala Desa Ujung Padang dan panitia pembuatan portal malah menjalankan praktik pungli di sana. Padahal, pembangunan portal itu bukan atas dasar kesepakatan warga, namun kesepakatan segelintir oknum saja dan tanpa persetujuan instansi terkait.

“Informasi yang saya terima portal itu dibangun untuk membeli lahan pembangunan SMK Negeri di kampung kami. Salah satu pemrakarsanya oknum anggota DPRD Kabupaten Labura. Bagaimana mungkin pembangunan sekolah menggunakan dana pungli. Jelas-jelas itu sudah dianggarkan,”sebutnya.

Portal yang sudah terpasang sejak 3 bulan lalu itu perharinya dilewati sekitar 15-20 truk perhari. Namun, untuk tarif truk pengangkut ini tidak berlaku untuk truk sawit milik perusahaan-perusahaan perkebunan sawit skala besar di sana.

“Ada kesan mereka suka-suka dalam memasang tarif setiap truk yang melewati portal itu. Ada truk milik perusahaan besar tidak mereka kutip, alasannya mereka kutip per bulan,” ucapnya.

Atas kondisi ini, masyarakat Aek Natas minta pada pihak kepolisian segera mengusut praktik pungli yang jelas-jelas membebani rakyat. Apalagi, pungli saat ini sangat menjadi perhatian presiden. Jadi harus ada tindakan tegas agar Sumut terbebas dari pungli.(BS)

Berikan Komentar