Duterte Sebut AS “Monyet”

oleh -191 views

garudaonline – Manila | Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam Amerika Serikat karena membatalkan rencana penjualan 26.000 pucuk senapan ke negaranya, dan menyebut mereka yang mengambil keputusan itu “tolol” dan “monyet”.

Duterte juga mengindikasikan akan berpaling ke Rusia dan Tiongkok untuk menuntaskan pengadaan senjata tersebut.

Makian Duterte terhadap negara bekas penjajah Filipina itu sudah menjadi semacam hal rutin di setiap pidatonya. Hari Rabu (2/11) kemarin, dia mengatakan dulunya percaya kepada Washington namun sekarang sudah kehilangan rasa hormatnya.

Departemen Luar Negeri AS menghentikan penjualan senapan serbu ke Kepolisian Filipina setelah kantor Senator AS Ben Cardin menyatakan menentang penjualan itu.

Cardin, politisi Partai Demokrat di Komisi Hubungan Luar Negeri Senat, menuding pelanggaran hak asasi manusia di Filipina terkait perang anti-narkoba Duterte yang menewaskan ribuan orang.

“Lihat para monyet itu. Kami ingin membeli 26.000 senjata api, mereka tidak ingin menjual,” kata Duterte dalam pidato di televisi.

“Dasar anak pelacur. Kami juga punya banyak senjata buatan sendiri di sini. Orang-orang Amerika ini tolol.”

Operasi penumpasan narkoba Duterte disebut-sebut telah menewaskan lebih dari 2.300 orang dalam operasi aparat atau aksi main hakim sendiri.

Duterte mengarahkan kemarahannya ke Amerika Serikat karena kritik atas pembunuhan tanpa proses peradilan (extra-judicial killing) tersebut.

“Itulah kenapa saya kasar terhadap mereka, karena mereka juga kasar pada saya,” ujarnya.

Menurut prosedur di Amerika, proses penjualan senjata ke luar negeri harus diberitahukan oleh Departemen Luar Negeri kepada Kongres.(tm)

Berikan Komentar