Indonesia Punya Museum Perkebunan di Sumut

oleh -297 views

garudaonline – Medan | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi meresmikan museum perkebunan pertama di Indonesia, yang berlokasi di gedung milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Jalan Brigjen Katamso Nomor 53, Medan, Sabtu (10/12/2016). Museum ini dikelola oleh Yayasan Museum Perkebunan Indonesia.

Erry Nuradi mengatakan melihat sejarah dan perjalan perkebunan yang ada di Sumut memang sudah sepatutnya Sumut memiliki museum perkebunan. Selain sebagai sarana edukasi bagi generasi muda, keberadaan meseum perkebunan juga perlu untuk mengenal jasa para pendahulu sekaligus membuktikan kalau Sumut pernah menjadi pusat perkebunan di masa lalu.

“Museum perkebunan ini memang sudah sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Selain membuktikan Sumut sebagai tempatnya perkebunan, desain perkebunan pertama juga ada di Sumut. Tentunya sebagai bangsa yang besar kita harus menghargai jasa pendahulu kita. Salah satunya dengan membangun museum,” ujar Erry Nuradi meresmikan Museum Perkebunan sekaligus memperingati Hari Perkebunan Nasional ke-59.

Gubsu Erry menambahkan, Sumut memiliki perkebunan yang besar dan melegenda. Setidaknya saat ini ada 2,1 juta hektar perkebunan yang tersebar di 33 Kabupaten Kota di Sumut dan dikelola oleh BUMN maupun swasta. Karena itu, museum ini juga sebagai pembelajaran bagi masyarakat mengenaikegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perkebunan di zaman kolonial.

“Museum itu juga untuk mengenang kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perkebunan di zaman kolonial hingga saat ini dan sebagai tempat pembelajaran bagi generasi muda kita. Tentu diharapkan mampu mengangkat sejarah dan kemudian generasi muda bisa berbuat yng lebih baik lagi untuk negara dan bangsa,” ujar Erry lagi.

Dijelaskannya, keberadaan museum memang sangatlah penting khususnya bagi negara-negara maju. Di sebuah negara maju, lanjut Erry keberadaan museum menjadi salah satu indikator sebuah negara dikatakan maju selain memiliki transportasi dan perpustakaan yang baik. Keberadaan museum perkebunan dapat mendongkrak wisatawan mancanegara, khususnya dari Belanda, yang memiliki historis bagi perjalan perkebunan di Sumut.

“Karena banyak sekali kenangan-kenangan. Saya yakin turis-turis luar, khususnya dari Netherland juga pasti banyak datang untuk melihat Museum ini. Karena sejarah yang tentunya sangat panjang, antara kita dengan Belanda. Ini akan menjadi salah satu pemicu tumbuhnya wisatawan untuk berkunjung ke Provinsi Sumut yang kita cintai ini,” cetus Erry.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Musemum Perkebunan Indonesia Soedjai Kartasasmita, memaparkan sejarah singkat soal perjalanan perkebunan di Sumut. Menurutnya sejarah perkebunan di Sumut lepas dari tiga visi besar dari tiga tokoh besar yakni Said Abdullah Bilsagih, Saudara Ipar Sultan Deli, Mahmud Perkasa Alam Deli dan Jacob Nienhuys.

“Selain sebagai ajang edukasi, museum ini juga bisa sebagai tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Di museum ini, pengunjung juga dapat mencari inspirasi serta menggapai mimpi tentang masa lalu dan masa depan perkebunan di Indonesia.

Sejarah perkebunan di Sumut akan terdokumentasi dengan baik sehingga masyarakat bisa melihat koleksi museum yang unik seperti muntik, pesawat terbang, maupun komoditas perkebunan yang ditata dengan baik,” bebernya.

Hadir dalam kegiatan ini diantaranya Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum Perkebunan Indonesia Soedjai Kartasasmita, mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Dirjen, Wakil Duta Besar Kedutaan Belanda di Jakarta, para konjen negara sahabat di Medan, Rahmat Shah, dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan undangan.

(Fidel)

Berikan Komentar