Inilah Penyakit yang Mengintai Pria Tidak Disunat

oleh -604 views

garudaonline -SUNAT merupakan tindakan bedah yang tertua dan tersering dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain itu, kebanyakan pria melakukan sunat karena latar belakang agama atau budaya. Ternyata, sunat juga bermanfaat bagi kesehatan pria. Sebab, sunat mampu mencegah pria dari risiko beberapa penyakit.

Dokter bedah Rumah Sunatan, dr Mahdian Nur Nasution SpBS, mengatakan, pria yang tidak disunat akan lebih mudah terjangkit berbagai macam penyakit. Lebih dari 80 persen kasus HIV tertular dari penis yang tidak disunat.

“Selain itu, pria yang tidak disunat memiliki resiko 2 kali lebih besar terkena kanker prostat. Sementara, pria dewasa yang disunat lebih kecil 4,5 kali terkena resiko HIV/AIDS,” ungkap dr Mahdian.

Lebih lanjut dr Mahdian mengatakan, ada juga penyakit-penyakit yang mengharuskan pria segera disunat. Salah satunya Fimosis, yaitu penyempitan dari ujung kulit depan (foreskin) penis. Fimosis bisa ditemukan karena faktor genetikal atau bawaan sejak lahir). Bahkan, juga bisa akibat peradangan lubang pada kulit alat kelamin.

“Hal ini akan membuat kulit di sekitar alat kelamin tersebut tidak bisa ditarik ke belakang. Bahkan, apabila fimosis terjadi pada anak, akan menyebabkan demam berulang,” paparnya.

Menurut dr Mahdian, fimosis juga dapat terjadi akibat hygiene yang buruk atau akibat penarikan kulup berulang dengan cara dipaksa sehingga timbul jaringan parut.

“Penderita fimosis lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih, infeksi pada kulit alat kelamin, parafimosis,” kata dia.

Pada orang dewasa, kata dr Mahdian, apabila fimosis tidak ditangani akan menganggu aktifitas seksual mereka. Sebab, fimosisi akan membuat lecet akibat gesekan yang terjadi pada kulit tersebut. Alasil, akan menyebabkan nyeri setiap mereka melakukan aktifitas seksual.

“Penderita fimosis juga lebih berisiko mengalami karsinoma sel skuamosa,” jelas dr Mahdian.

Dr Mahdian menambahkan, sirkumsisi merupakan terapi standar pada infeksi berulang pada fimosis dan fimosis patologis, terutama jika pemberian steroid topikal tidak berhasil melepaskan perlengketan. Untuk sunat yang segera dilakukan karena terjangkitnya penyakit, harus dilakukan oleh tim medis yang profesional. Jika tidak dilakukan tindakan, maka akan terjadi komplikasi karena pria dewasa yang melakukan sunat lenih rentan terkena komplikasi.

“Kesalahan saat menyunat dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi, kosmetik yang kurang baik, hingga penis terasa nyeri bila ereksi karena kulit yang dibuang terlalu banyak,” tambahnya.(BBS)

Berikan Komentar