Ade Komarudin Ingin Publik Tahu yang Dilakukan MKD Keliru

oleh -210 views

garudaonline – Jakarta | Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin menantang Mahkamah Kehormatan Dewan membuktikan pelanggaran etiknya. Ini terkait dengan sanksi pelanggaran etik terhadap dua kasus yang diproses di MKD.

“Yang saya ingin itu publik tahu apa yang dilakukan (MKD) keliru. Semua hati nurani orang tahu yang saya lakukan itu tidak salah,” kata Ade di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Senin, 5 Desember 2016.

Sebelumnya, MKD memutus Ade melanggar etika dalam dua kasus. Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan Ade divonis etika ringan karena memindahkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) menjadi mitra kerja Komisi Keuangan.

Selain itu, Sufmi mengatakan Ade melanggar etika karena dianggap memperlambat proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan. Dalam kasus ini, Ade pun terkena hukuman ringan.

Ade menampik tuduhan MKD tersebut. Menurut Ade, itu bukan keputusan pribadi. Ade mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan keputusan pimpinan DPR yang bersifat kolektif kolegial. “Kenapa yang dituntut cuma saya,” kata Ade.

Ade menjelaskan ketika Dewan Penasihat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Prof. Emil Salim keberatan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan. “Lalu melalui rapat pimpinan dan Badan Musyawarah sepakat kita pending dulu agar ada interaksi pro dan kontra agar ada diskusi publik. Jadi bukan keputusan saya pribadi,” ujar dia.

Serupa dengan dugaan pelanggaran etik untuk Komisi VI DPR. Menurut dia, urusan Penyertaan Modal Negara adalah area Komisi Keuangan yang menjadi mitra Kementerian Keuangan. Keputusan pemisahan tersebut, kata dia, berdasarkan keputusan pimpinan yang kolektif kolegial.

“Saya tidak pernah buat tandatangan tidak atas rapim dan Bamus. Tidak ada yang salah tentang itu dan saya perjuangkan itu,” kata Ade.(ber)

Berikan Komentar