Din: Unjuk Rasa 4 November Tidak Boleh Anarkis

oleh -275 views

garudaonline – Jakarta | Tokoh muslim Din Syamsuddin mengingatkan agar unjuk rasa yang akan digelar Jumat (4/11) tidak anarkis dan menciptakan kekerasan. Para demonstran dapat menyampaikan pokok permohonannya dengan cara baik dan benar.

“Pertama-pertama, unjuk rasa di alam demokrasi sah asalkan tidak eksesif dan menimbulkan anarkisme. Di alam demokrasi, setiap kelompok dalam masyarakat majemuk mempunyai hak menyatakan pendapat melalui unjuk rasa. Jadi, saya berpesan, unjuk rasa itu sah, tetapi jangan ada kekerasan dan anarkisme,” ujar Din saat dihubungi, Senin (31/10).

Din mengaku memahami perasaan umat muslim yang tersinggung dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu Jakarta. Pernyataan Ahok tersebut, mengundang reaksi di sejumlah daerah karena dinilai menistakan agama Islam dan Alquran. “Memang berhimpit dengan persoalan politik di DKI Jakarta di mana Ahok maju lagi jadi gubernur DKI Jakarta. Kemudian ada yang mengaitnya dengan politik, tetapi ada juga yang tidak mengaitnya dengan politik,” ungkap dia.

Namun menurut Ketua Center for Dialoque and Cooperation among Civilisation (CDCC) ini, sebenarnya persoalan dengan umat muslim sudah selesai ketika Ahok meminta maaf. Seharusnya, kata dia, umat Islam memaafkan Ahok dengan catatan Ahok tidak mengulangi lagi mengeluarkan pernyataan demikian.

“Memang ada yang meminta dipersoalkan secara hukum karena pernyataan Ahok dipandang sebagai penistaan kitab suci, terutama karena ada judgement atau penilaian terhadap penafsiran yang diungkapkan dengan nada peyoratif. Kalau persoalan hukum, kita serahkan pada negara melalui aparat penegak hukum. Ini menjadi tantangan aparat penegak hukum,” tandas dia.

Lebih lanjut, Din meminta semua pihak mengendalikan diri agar tidak mengembangkan wacana dialektis yang penuh pertentangan di publik maupun di media sosial. Wacana dialektis tersebut bisa membuat suasana menjadi tegang.

“Apalagi ada yang berupaya mengkail di air keruh dengan memanfaatkan situasi. Karena itu, baik pihak unjuk rasa atau pendukung Ahok untuk mengendalikan diri dan tidak membangun wacana yang membuat situasi jadi panas. Pihak keamanan juga harus melakukan pendekatan secara persuasif dan baik,” imbuh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Terakhir, Din meminta semua pihak tidak main hakim sendiri dalam proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Di alam demokrasi, perlu mengedepankan penegakan dan supremasi hukum. “Saya sendiri menyakini bahwa kepolisian sedang memproses kasus ini. Saya menaruh kepercayaan kepada polri. Kita harus mengedepankan supremasi hukum dan tidak boleh ada yang main hakim sendiri untuk mengadili orang lain,” pungkas dia.(ber)

Berikan Komentar