Diperiksa KPK, Emilia Contessa Sport Jantung

oleh -200 views

garudaonline – Jakarta | Penyanyi senior Emilia Contessa rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan buffer stock untuk kejadian luar biasa pada 2005 yang menjerat mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Selasa (18/10).

Usai diperiksa, Emilia yang juga anggota DPD RI berharap pemeriksaan ini merupakan yang terakhir kali dijalaninya. “Aduh jangan (diperiksa lagi) yah. Sport jantung,” kata Emilia usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta.

Dalam pemeriksaan kali ini, Emilia mengaku dicecar penyidik dengan 13 pertanyaan. Pertanyaan penyidik salah satunya menyangkut hubungannya dengan Siti Fadilah. Meski mengaku tak mengenal Siti Fadilah secara personal, Emilia tak membantah pernah mengisi acara yang digelar Siti Fadilah sekitar tahun 2004.

“Mungkin bisa jadi (soal acara Siti Fadilah),” katanya.

Emilia mengaku tak mengingat secara persis berapa kali dan lokasi acara yang diisinya. Namun, pelantun lagu Angin November ini mengaku saat itu dibayar dengan honor puluhan juta rupiah.

“Itu sudah 12 tahun lalu saya tidak ingat yah. Maksudnya saya ingat kira-kira tahun sekian honor saya berapa. Puluhan juta,” katanya.

Diketahui, pada 3 April 2014, KPK menetapkan mantan Menkes Siti Fadilah Supari sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan buffer stock untuk kejadian luar biasa tahun 2005. Kasus ini merupakan limpahan dari Kepolisian.
Siti Fadilah dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 Ayat (2) KUHP.

Sebelumnya, pada 22 Mei 2015, KPK juga pernah memeriksa artis Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal terkait kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) tahun anggaran 2007 yang juga menjerat Siti Fadilah sebagai tersangka. Saat itu, Cici mengaku menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Siti Fadilah saat menggelar konser musik religi. Uang itu diberikan Siti sebagai sponsor konser yang digelar Yayasan Orbit pada 2008 lalu tersebut.(IN)

Berikan Komentar