LEMKAPI Minta Video Asli Pidato Ahok Diputar di Televisi

oleh -174 views

garudaonline – Jakarta | Lembaga kajian strategis kepolisian indonesia (Lemkapi) meminta polisi segera menangkap penyebar video pidato Ahok yang diduga menistakan Agama, Buni Yani.

Buni yani disebut-sebut sebagai aktor utama yang paling bertanggujawab atas beredarnya transkrip editan ucapan Ahok soal surat Al Maidah ayat 51.

“Kami minta polisi proses Buni Yani dan minta pertanggungjawabanya. Dia bisa diproses pakai UU ITE,” ungkap Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan, Jumat (4/11/2016) malam.

Menurutnya, Buni Yani menjadi dalang dibalik kemarahan umat Islam hingga membuat keamanan negara terganggu. Untuk itu, polisi harus memeriksanya untuk mengetahui motif Buni Yani menyebar video editan dalam faceboknya.

“Dalam editan video tersebut, Buni Yani diketahui menghilangkan satu kata dari ucapan Ahok saat berbicara dengan masyarakat di Kepulauan Seribu,” tegas Edi.

Ucapan yang dihilangkan itulah dinilai memancing kemarahan umat Islam. Maka, untuk menurunkan kemarahan umat Islam perlu kiranya diputar ulang video tersebut dalam satu acara khusus lewat televisi pidato Ahok versi yang benar.

“Saya kira polri perlu menggagas pemutaran video yang aslinya, sehingga tidak ada lagi penafsiran yang macam-macam,” imbuhnya.

“Soal janji Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan 2 minggu selesai, Menurut kajian kami itu sangat bisa dilakukan Polri. Apalagi polri sudah meminta keterangan berbagai pihak termasuk saksi ahli bahasa, hukum, pidana dan saksi ulama,” paparnya.

selain itu, polri juga sudah meminta keterangan saksi masyarakat di lapangan. Sehingga, yang perlu dilakukan polri saat ini cukup melakukan gelar perkara dengan berbagai pihak termasuk dengan jaksa agar bisa didapatkan apakah pernyataan Ahok dalam video yan asli itu memiliki unsur-unsur pelanggaran pidana.

“Kami ajak semua masyarakat melihat video asli Ahok dengan kepala dingin,” pungkas Edi yang juga seorang mantan anggota Kompolnas.(KR)

Berikan Komentar