Lestarikan Becak, Indro ‘Warkop DKI’ ke Siantar

oleh -703 views

garudaonline – Siantar | Penjabat (Pj) Wali Kota Jumsadi Damanik mengagas agar kegiatan Parade Becak Bermotor Khas Siantar digelar setiap tahun, sehingga menjadi agenda rutin Pemko Siantar bersama BSA Owner Motorcycles Siantar (BOM’S).

Ini dalam rangka melestarikan benda sejarah tersebut, sekaligus memberikan kesempatan kepada publik, untuk menyaksikan bahwa kendaraan warisan Perang Dunia tersebut masih bisa dinikmati hingga saat ini.

“Bahkan tahun depan, kita harus punya komitmen untuk mendatangkan Duta Besar Inggris, untuk melihat langsung kendaraan perang ciptaan mereka yang masih awet di Siantar, padahal pabriknya sudah lama tutup,” ujarnya dalam Dialog Budaya di Parkir Pariwisata Jalan Merdeka, Jumat malam (14/10/2016) yang digelar BOM’S.

Dialog yang dipandu Daniel Oppusunggu ini juga menghadirkan pecinta dan pendiri sejumlah organisasi motor tua di Indonesia, Indro Warkop DKI, yang khusus datang dari Jakarta untuk menghadiri peresmian Tugu Becak Siantar.

Pembicara lainnya adalah President BOM’S Kusma Erizal Ginting, yang merupakan pemrakarsa Tugu Becak Siantar, yang kini menjadi Ikon Kota Siantar.

Dalam dialog tersebut, Indro yang banyak mengetahui sejarah motor-motor tua memaparkan bahwa Becak Siantar mulai digunakan sebagai becak sejak tahun 1958. Uniknya, motor jenis BSA buatan Inggris ini pabriknya sudah tutup sejak tahun 1972 tetapi pemilik BSA di Pematangsiantar bisa merawatnya dengan baik.

“Ini merupakan inovasi dan prakarsa luar bisa dari orang-orang Siantar dalam memodifikasi motor BSA yang merupakan pampasan perang menjadi becak,” ujarnya.

Kedatangan Indro pada acara tersebut cukup menarik perhatian warga yang memadati lapangan Parkir Pariwisata. Para bikers maupun penonton berebut untuk berfoto dan menyalami personil Warkop DKI yang tinggal satu-satunya ini.

Sebelum acara dialog, Presiden BOM’S memaparkan melalui layar monitor, bagaimana upaya mereka selama 10 tahun menyelamatkan benda heritage tersebut dari kepunahan, sampai akhirnya mereka menggagas pendirian Tugu Becak Siantar. “Kami berjuang selama 10 tahun untuk melestarikan Becak Siantar ini,”katanya.

Acara yang juga menyuguhkan kesenian tradisional Simalungun yang dibawakan anggota Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Siantar. Ini juga diisi dengan aneka tari maupun nyanyian dari artis-artis Siantar.(Jr)

Berikan Komentar