Pengurus Golkar Ramai-ramai ‘Loncat’ ke Partai Berkarya

oleh -1.168 views

garudaonline – Karawang | Beberapa pengurus DPD dan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Karawang ramai-ramai pindah haluan bergabung ke Partai Berkarya, besutan Tomi Suharto. Diduga mereka kecewa hasil Musda IX yang digelar Juni 2016 lalu.

Informasi yang beredar, beberapa pengurus DPD Golkar yang sudah resmi dan berani terang-terangan pindah itu di antaranya Asep Ishak dan Ketua PK Golkar Majalaya, H Caya. Sebelumnya, Asep Ishak tercatat sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Karawang, dan sempat menjadi Ketua Steering Comunity (SC) Musda Golkar IX yang digelar di salah satu hotel mewah di Karawang tersebut.

Bukan hanya keluar dari Golkar, bahkan kini Asep Ishak resmi menjabat sebagai Ketua DPC Partai Berkarya Kabupaten Karawang.

“Kepengurusan partai ini sudah resmi, sesuai keputusan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI) nomor M.HH-20.AH.11.01 2016 tentang pengesahan susunan pengurus DPP dan perubahan AD/ART Partai Nasional menjadi Partai Berkarya,” kata Asep Ishak di kantor DPC Partai Berkarya, Jalan Cakradireja No.4C Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat, Rabu (14/12) seperti dilansir RMOL.

Politisi senior Partai Golkar Kabupaten Karawang ini resmi mundur dari kepengurusan Golkar di bawah pimpinan Sri Rahayu Agustina. Jabatan Asep sebagai Ketua DPC Partai Berkarya Kabupaten Karawang, legal melalui Surat Keputusan (SK) 196-DPC/Berkarya/XI/2016.

Bahkan Asep tidak menampik jika sebagian besar pengurus Partai Berkarya Kabupaten Karawang, mayoritas kader berasal dari  Partai Golkar Karawang. Namun ia belum mau menyebut siapa saja sosok-sosok yang ikut ‘hijrah’ satu gerbong dengan dirinya tersebut.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala SMK Korpri Karawang ini mengaku, tidak tahu alasan bergabungnya para kader Golkar senior tersebut ke dalam tubuh Partai Berkarya. Bahkan ia menolak dituduh mengajak atau memprovokasi yang lainnya agar ikut bergabung dalam satu kepengurusan. Menurut Asep, itu merupakan hak politik setiap individu warga negara.

“Saya tidak mengajak. Mereka yang memang mau bergabung,” cetus Asep.

Asep mengatakan, pihaknya membuka kesempatan untuk siapapun bergabung menjadi kader ataupun pengurus Partai Berkarya. Asalkan, kata Asep, bagi yang mau bergabung dengan Partai Berkarya, maka harus mengundurkan diri terlebih dahulu dari partai sebelumnya.

Empat orang pimpinan Partai Golkar di tingkat kecamatan sudah resmi jadi pengurus Partai Berkarya. Rencananya ada 10 lagi yang akan bergabung dengan kami,” ungkap lelaki yang juga tercatat aktif di kepengurusan PGRI Kabupaten Karawang ini.

Seperti diketahui, Musda Golkar ke-IX yang digelar pertengahan tahun 2016 itu sempat mengalami deadlock dengan alasan yang tidak jelas. Saat sidang dibuka, terjadi interupsi dari beberapa kader Golkar, sampai akhirnya Ketua DPD Golkar Karawang periode sebelumnya, Dadang S Muchtar melakukan aksi ‘walk out’ disusul kader lain dari pendukung calon Ketua DPD Golkar Sri Rahayu Agustina. Saat itu, ada dua kandidat calon Ketua DPD Golkar Karawang, yakni Sri Rahayu Agustina dan Suryana. Keduanya merupakan anggota aktif DPRD Karawang.

Tanpa ada lanjutan Musda, namun tiba-tiba Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi melantik Sri Rahayu Agustina sebagai Ketua DPD Golkar Karawang, dan Suryana menjabat sebagai sekretaris. Sampai saat ini, publik Karawang tidak mengetahui pasti apa alasan dan dasar Dedi Mulyadi melantik kepengurusan yang baru, sedangkan Musda sendiri belum menghasilkan keputusan apapun. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Ketua DPD II Golkar Karawang, Sri Rahayu Agustina, dan Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. [rmol]

Berikan Komentar