Rumah Makan Dilarang Beli Elpiji 3 Kg

oleh -735 views

garudaonline – Bengkulu | Pemprov Bengkulu melarang rumah makan dan industri membeli gas elpiji 3 kg, karena bahan bakar bersubsidi ini diperuntukan bagi rumah tangga menengah ke bawah.

“Kita mengimbau para agen elpiji tidak menjual gas 3 kg ke rumah makan dan industri lagi karena mereka tidak pantas menggunakan bahan bakar subsidi,” kata Wagub Bengkulu, Rohidin Mersyah, di Bengkulu, Selasa (8/11).

Ia mengatakan, akibat rumah makan dan industrik kecil di Bengkulu, masih menggunakan elpiji 3 kg, maka belakangan ini stok bahan bakar rersebut sering mengalami kelangkaan di Bengkulu.

Hal ini menyebabkan harga elpiji tabung melon meningkat dari Rp 17.000 menjadi Rp 20.000/tabung. Bahkan, di beberapa daerah di Bengkulu harga elpiji 3 kg sempat menyentuh angka Rp 25.000/tabung.

“Kita minta mulai sekarang rumah makan dan industri yang beli gas 3 kg ditertibkan, sehingga bahan bakar bersih subsisi ini benar-benar untuk kebutuhan rumah tangga menengah ke bawah,” ujarnya.

Wagub menambahkan, pihaknya sudah minta Disperindag Bengkulu, untuk menertibkan rumah makan dan industri yang membeli gas 3 kg. Ini dilakukan agar stok elpiji 3 kg di Bengkulu, tidak mengalami kelangkaan lagi ke depan.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Kwartin Kusuma mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan 3 kg di daerah ini, pihaknya telah menggelar operasi pasar (OP) di sejumlah kecamatan di daerah ini.

Dalam OP tersebut, warga hanya dibolehkan membeli satu tabung 3 kg dengan harga Rp 15.300. Hal ini dimaksudkan agar warga yang datang ke lokasi OP elpiji mendapatkan bahan bakar tersebut.

“Kita ketat warga tidak boleh beli elpiji 3 kg lebih dari satu tabung. Jika ada yang beli lebih dari satu tabung, maka warga yang lain tidak mendapatkan jatah lagi. Kasihan mereka sudah datang ke lokasi OP, tapi tidak dapat gas 3 kg,” ujarnya.

OP gas elpiji 3 kg di Bengkulu, dilaksanakan Disperdag bekerja sama dengan Pertamina setempat dalam rangka menekan harga bahan bakar ini di bawah Rp 20.000/tabung. Sebab, sesuai HET harga elpiji di Kota Bengkulu sebesar Rp 15.300/tabung.

Namun, faktanya di lapangan, terutama di warung-warung di Kota Bengkulu, elpiji dijual dengan harga Rp 20.000/tabung. Hal ini terjadi karena stok bahan bakar ini belakangan sering menglamai kelangkaan, katanya.

Berikan Komentar