RSUP HAM Bakal Operasionalkan 100 Mesin Hemodialisa

oleh -243 views

garudaonline – Medan | Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan (RSUP HAM) bakal mengoperasikan 100 unit mesin hemodialisa (HD) tahun ini. Kebijakan itu dilakukan agar pasien hemodialiasa tak lagi menunggu lama pelayanan dan tenaga perawatnya juga tidak diporsir tenaganya.

“Sebagai penambahan pelayanan, Insya Allah, awal Februari ini kita sudah operasionalkan 100 unit mesin HD, dengan menggandeng pihak ketiga,” kata Plh Dirut RSUP HAM dr Welly Refnealdi MKes, Rabu (11/1/2017).

Dia menyebutkan, sebelumnya, RSUP HAM hanya mengoperasikan sebanyak 40 mesin saja. Karena itulah, agar pelayanan semakin meningkat, maka di rumah sakit milik Kemenkes itu juga sudah dibangun gedung HD.

“RSUP HAM pada tahun 2017 ini juga akan mengoperasionalkan paviliun untuk pelayanan eksekutif. Pasien kanker kita masih banyak yang waiting list atau waktu tunggunya lama. Sehingga kita juga akan mengaktifkan pelayanan kanker terpadu, tahun ini juga,” tegas Welly yang juga Direktur Keuangan RSUP HAM Medan.

Di luar jam kerja khususnya bedah, lanjut Welly, pihaknya mengaku miris mendengar waktu tunggu pasien bedah ada yang hingga mencapai enam bulan lamanya. Jadi, mulai Senin (9/1/2016), RSUP HAM meminta pengertian dari para dokter bedah dan tim (anastesi dan perawat) agar bersedia melakukan pelayanan bedah di luar jam kerja.

“Alhamdulillah, niat suci ini disambut mereka. Tentunya dengan imbalan yang sesuai. Tujuannya di samping memperpendek lamanya antrian, juga tetap meningkatkan mutu pelayanan,” paparnya.

Khusus untuk mesin anastesi, sambungnya, perlu dalam seminggu diistirahatkan sekian jam agar mutunya tetap terjaga. Untuk mesin cuci darah sudah ada protapnya tersendiri, yakni sekali cuci 3 sampai 4 jam.

“Rencana lain yang akan direalisasikan pada tahun ini, kita juga akan melakukan transplantasi ulang. Karenanya, pada bulan depan kita akan mengirim tim ke Korea dan Singapura,” jelasnya.

Tak hanya itu, ke depannya nanti RSUP HAM juga akan mengadakan transplantasi ginjal. Apa Sebabnya? Jika dihitung-hitung cost atau biaya untuk transplantasi ginjal lebih murah dibanding dengan biaya HD terus menerus.

“Selain itu, produktifitasnya tenaga medis yang melakukan transplantasi ginjal itu jauh lebih produktif daripada yang mengikuti cuci darah. Karena HD itu berjadwal tiga hari ke RS dan seterusnya.

Jika ditransplantasi ginjal hidupnya bisa lebih produktif, dan ini sudah masuk anggaran di 2017. Mengenai rencana strategis, semua mindset direksi harus tertuju kepada pelayanan,” tandasnya.

(fidel)

Berikan Komentar