Sistem Aplikasi E-Tilang Dalam Tahap Penyempurnaan

oleh -131 views

garudaonline – Medan | Sistem pelayanan online dalam pengurusan SIM, STNK, BPKB hingga tilang, terus disempurnakan untuk segera diberlakukan guna menghindari praktik pungutan liar (pungli) di lapangan.

Metode yang diharapkan Presiden RI Joko Widodo tersebut juga ditindak lanjuti Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui Program Promoter point kedua mengenai Peningkatan Pelayanan Publik yang lebih mudah berbasis teknologi dan informasi.

Program tersebut melalui Koorlantas Polri mulai diimplementasikan dengan membentuk aplikasi tilang berbasis elektronik dengan sebutan E-Tilang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (24/1) kemarin menjelaskan, pelaksanaan E-Tilang bertujuan untuk membentuk kesadaran dan kepatuhan hukum di kalangan masyarakat. Kebijakan itu berdasarkan aspek hukum yang menjadi prioritas tersendiri dalam reformasi mental peningkatan kinerja professional dan proporsional.

“Tujuan dari tilang online (E-tilang) juga untuk mempercepat proses pelayanan kepada pelanggar lalu lintas, sekaligus menghindari terjadinya pungli di lapangan. Karena itu, Koorlantas Polri bekerjasama dengan Kejagung, Mahkamah Agung membuat suatu system yaitu tilang online untuk para pelanggar lalu lintas,” jelas Rina.

Kata dia, dalam praktiknya para pelanggar diwajibkan membayar denda ke pengadilan untuk mencegah terjadinya “kontak langsung” dengan petugas. Sebagaimana UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan raya khususnya dalam pasal-pasal yang berkaitan tingkat pelanggaran sesuai dengan denda sebagai tembusan baik melalui pengadilan maupun denda titipan tilang.

“Sebagai upaya memberi pelayanan prima bersih dan bebas dari pungli, sedang disempurnakan elektronik tilang yang diperkenalkan ke Polda Sumut sejak November 2016 di Ditlantas Polda Sumut,” kata Rina.

Menurut dia, penataan untuk menghasilkan regulasi hukum yang berkualitas dengan reformasi segala pihak perlu dilakukan melalui pembenahan lintas institusi melibatkan kejaksaan.

Dalam sosialisasi tersebut para peserta diminta untuk mengirimkan data pendukung ke Koorlantas untuk dimasukkan ke Aplikasi E-tilang, yaitu data nama petugas Koorlantas dan data table denda tilang.

“Tapi pelaksanaan E-tilang itu masih dalam proses dan belum diberlakukan karena menunggu penyempurnaan aplikasi E-tilang dari Koorlantas Polri. Diiharapkan kepada petugas siap dengan HP android dan mengetahui tata cara aplikasinya,” imbuh Rina.

(g/10)

Berikan Komentar