Ramainya Aksi Beli Picu IHSG Betah Melantai di Zona Hijau

oleh -174 views

garudaonline, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berada di zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu (3/7). Penguatan ditopang oleh ramainya transaksi beli, baik investor lokal maupun asing, di bursa saham dalam negeri.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut kondisi fundamental ekonomi dalam negeri, yang dinilai cukup kokoh, akan menunjang pergerakan IHSG. Ia mengungkapkan pasar saham dalam negeri menguntungkan untuk jangka panjang.

“IHSG saat ini terlihat masih akan terus melanjutkan kenaikan. Hal ini tentunya ditunjang oleh kuatnya sisi fundamental perekonomian,” ujar William melalui risetnya.

Tak tanggung-tanggung, William optimistis IHSG dapat tembus hingga ke area 6.400 dalam jangka pendek. Hari ini saja, ia meramalkan indeks bergerak dalam rentang support 6.257 dan resistance 6.488.

Ia merekomendasikan beberapa saham berkapitalisasi pasar besar (big capitalization/big cap) untuk dikoleksi pada pertengahan pekan ini, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sebaliknya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai IHSG saat ini sulit untuk melanjutkan penguatannya dari posisi penutupan kemarin. Masalahnya, indeks sudah berada dalam area jenuh beli (overbought).

Biasanya, ketika pasar saham sudah terdeteksi overbought secara teknikal, jumlah transaksi beli pelaku pasar tak akan setinggi sebelumnya, lantaran harganya sudah terlalu mahal.

“Secara teknikal rentang penguatan IHSG sudah sangat terbatas dan mengindikasikan akan mengalami pelemahan dalam jangka pendek,” kata Dennies.

Beberapa hari terakhir IHSG terpantau terus menguat. RTI Infokom mencatat indeks kemarin meningkat 0,08 persen atau 5,21 poin ke level 6.384.

Hal serupa terjadi di bursa saham Wall Street. Dow Jones naik 0,26 persen, S&P500 0,29 persen, Nasdaq Composite 0,22 persen, dan NYSE Composite 0,19 persen. (CNN/dfn)

Berikan Komentar