Ratusan Driver Online di Medan Minta PT TPI Ditutup

oleh -568 views

garudaonline, Medan: Ratusan pengemudi online melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (11/2/2019). Mereka meminta agar PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (PT TPI) ditutup karena merugikan para pengemudi online.

Koordinator aksi, Musa Tarigan mengatakan PT Grab telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat karena bekerjasama dan memberikan orderan prioritas kepada pihak ketiga yaitu PT TPI.

“Dengan adanya sistem yang diberlakukan pihak penyedia aplikasi Grab, menimbulkan konflik horizontal antar driver PT TPI dan driver umum,” kata Musa Tarigan di depan Kantor Gubernur Sumut.

Massa yang berunjuk rasa adalah mitra individu. Berbeda dengan pengemudi yang memakai armada dari PT TPI. Mereka mencicil mobil dan membayar dengan potongan langsung dari hasil menarik taksi online.

“Sejak adanya keberadaan PT TPI, para driver umum kewalahan karena sepinya orderan akibat sistem tidak adil ini. Melalu sistemnya, PT Grab kami nilai lebih memprioritaskan mitra dari TPI,” urainya.

Massa juga menuding bahwa PT TPI tidak memiliki izin beroperasi yang lengkap untuk melakukan kegiatan usaha transportasi.

“Bahkan kontrak kepemilikan unit kendaraan yang tidak jelas membuat mitra yang tergabung di dalam PT TPI diharuskan melakukan tanda tangan kontrak secara terpaksa,” ungkap Musa.

Dalam aksi ini juga, ratusan driver menuntut gubernur Sumatera Utara menutup PT TPI yang merugikan driver online lain.

“Kami meminta gubernur menerima tuntutan kami. Dan menutup PT TPI,” pungkas massa.

Unjuk rasa tersebut membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan sehingga harus dialihkan ke beberapa titik. Dalam aksi tersebut, para massa aksi juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. (Voshkie)

Berikan Komentar