Ratusan Pengungsi Afghan Demonstrasi, Tuntut Kepedulian Komunitas Internasional

oleh -647 views

garudaonline, Medan: Lippo Plaza diramaikan oleh ratusan pengungsi Afghanistan. Massa yang berdemonstrasi di sebuah Mall yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (19/11/2018) tersebut menuntut komunitas internasional memperhatikan ketidak jelasan atas nasib mereka.

Salah seorang pengungsi, Muhammad Zuma, mengaku aksi tersebut mereka lakukan untuk meminta perhatian dunia internasional agar membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

Menurut Zuma, mereka adalah para pengungsi dari Suku Hazara di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Mereka menjadi salah satu suku yang diburu oleh kaum Taliban karena dituduh sebagai teroris.

“Kami meminta agar komunitas internasional menelepon PBB dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menghentikan pembunuhan terhadap suku kami,” kata Muhammad Zuma.

Berdasar keterangan Zuma, ratusan pengungsi Afghanistan yang berunjuk rasa hari ini merupakan pengungsi yang sudah tinggal di Indonesia sekitar 5 hingga 7 tahun. Selama proses tersebut, mereka menuggu proses pengiriman ke negara penampung seperti Amerika, Kanada, Australia dan New Zealand oleh pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) selaku badan PBB yang menangani persoalan pengungsi internasional.

“Saat ini, kami resah, karena UNHCR mengaku sudah menghentikan proses pengiriman kami. Kami bingung mau kemana, kami juga manusia yang berhak untuk tinggal di dunia ini,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang pengungsi Afghanistan lainnya Yassin. Menurutnya, saat ini aksi pembunuhan terhadap suku Hazara masih terus terjadi, dan membuat beberapa keluarga mereka disana juga terpaksa melarikan diri untuk menghindari pembantaian.

“Yang kami dapat kabar, saat ini keluarga kami disana ada yang lari dan tinggal di gunung. Padahal, saat ini sedang musim dingin di negara kami. Kami berharap komunitas dunia internasional dapat memberikan perhatiannya kepada kami,” ujarnya.

Para pengungsi Afghanistan yang berdemo memampangkan berbagai poster dan spanduk bergambar kasus-kasus kekerasan yang terjadi di negara mereka. Mereka berharap persoalan kekerasan ini segera diselesaikan. (voshkie)

Berikan Komentar