Razia Tempat Hiburan, Polsek Lolowau Sita Dua Botol Miras

oleh -674 views
Razia tempat hiburan

garudaonline – Nisel | Kepolisian Sektor (Polsek) Lolowau Polres Nias Selatan (Nisel) dini hari tadi menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di tempat hiburan. Hasilnya, polisi menyita 2 botol minuman keras (Miras) jenis tuak suling.

Razia diawali di tempat hiburan billiar milik Ama Sidu Nduru di Desa Hilifadolo, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nisel. Selain melakukan pemeriksaan terhadap penjualan miras, petugas juga memeriksa identitas para pengunjung.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya miras di lokasi billiard tersebut.

Kapolsek Lolowau Iptu A Yunus Siregar didampingi Kanit Reskrim Bripka Hotman Tobing mengimbau kepada pemilik usaha dan para pengunjung agar tidak bermain judi dalam permainan billiar dan tidak memperjual belikan serta mengkonsumsi tuak suling.

Petugas kemudian melanjutkan razia di rumah milik Ama Keri Gea di Desa Tugafoa, Kecamatan Lolowau. Berdasarkan informasi dari masyarakat, rumah ini dicurigai sebagai lokasi penyulingan tuak nias.

Setelah digeledah, petugas tidak menemukan adanya aktifitas penyulingan, namun mendapati 2 botol minuman tuak suling.

Minuman keras tersebut langsung disita dan pemilik tumah diimbau agar tidak melakukan penyulingan maupun memperjual belikan tuak suling.

Petugas kemudian melanjutkan razia di jalan Umum Desa Lolowau dan melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang melintas, khususnya kendaraan roda 4.

Kapolres Nisel AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH melalui Kapolsek Lolowau Iptu A Yunus Siregar ketika dikonfirmasi membenarkan operasi pekat tersebut.

“Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan atau K2YD ini kita gelar dengan sasaran premanisme, kejahatan jalanan, judi, miras, curas, curanmor, dan narkoba,” jelas Yunus.

“Dalam operasi pekat kali ini, kita mengamankan 2 botol minuman keras tuak suling dari rumah warga yang diduga dijadikan sebagai lokasi penyulingan tuak nias,” tuturnya.

Yunus mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau pemilik rumah agar tidak melakukan penyulingan dan menjual tuak suling.

“Kegiatan K2YD akan terus kita gelar, terlebih di bulan suci Ramadan ini, agar masyarakat merasa nyaman dan aman dalam beribadah,” tutup Yunus.

(g.01)

Berikan Komentar