Residivis Pencuri Rumah Kosong di Medan Terkapar Ditembak Polisi

oleh -813 views

garudaonline – Medan | Seorang residivis spesialis pembobol rumah kosong di Medan, Sumatera Utara terkapar ditembak Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Area.

Tersangka Suhartono alias Tonot (43) warga Pasar III Tembung Gang Datuk, Desa Beringin, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang ditembak lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, Selasa (7/8/2018) sore menjelaskan, tersangka ditangkap atas laporan korbannya Ali Wardhana (39) warga Jalan Iklas, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.

“Laporan korban pada Jumat (15/6/2018) lalu. Saat kejadian, korban di luar kota, rumah dalam keadaan kosong. Seluruh pintu serta jendela dikunci. Esok harinya korban menerima telepon dari adiknya yang menyebutkan jika rumah korban dibobol maling,” ujar Putu.

Atas informasi tersebut korban pulang dan mendapati jendela samping rumah dalam keadaan terbuka dan rusak. Selanjutnya korban menuju ke dalam kamar, dan ternyata barang-barang berharga di antaranya perhiasan emas dan berlian senilai Rp 300 juta lebih yang disimpan di dalam lemari raib.

Selanjutnya korban melaporkannya ke Polsek Medan Area. Petugas yang menerima laporan korban terus cek TKP dan melakukan penyelidikan.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan diketahui bahwa pelaku pencurian 1 orang dengan inisial Suh alias Tonot,” terang Putu.

“Jumat (3/8/2018) pagi, Tim Pegasus mendapat informasi keberadaan tersangka sekaligus melakukan penangkapan di pangkalan angkot Jalan Jermal XII Ujung lahan garapan Kelurahan Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan,” terangnya.

Lanjut Putu, saat diinterogasi, tersangka mengaku mencuri seorang diri. Tersangka juga mengaku uang hasil kejahatan dibelikannya angkot 53 dan sebidang tanah garapan.

Petugas kemudian menggeledah tubuh tersangka dan menemukan 1 paket sabu. Petugas selanjutnya melakukan pengembangan ke rumah tersangka, dan menemukan 1 kalung emas bermata berlian.

“Anggota kemudian memboyong tersangka guna melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya. Namun di perjalanan tersangka melawan dan mau melarikan diri sehingga petugas meberikan tembakan peringatan ke udara, namun tersangka tak mengindahkannya.”

“Akhirnya Tim Pegasus memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kanan tersangka hingga rubuh. Selanjutnya Suh dibawa ke RS Bhayangkara Mereka guna mendapat perawatan medis, setelah itu diboyong ke Mako guna pemeriksaaan lebih lanjut,” katanya.

Lebih lanjut Putu menjelaskan, dari hasil penyidikan terhadap tersangka, ia merupakan residivis spesialis bongkar rumah yang sudah berulang kali masuk penjara dan telah mendapat putusan hukuman berulang kali.

“Dari tangan tersangka yang merupakan residivis itu, turut disita barang bukti mobil angkot 53, BPKB mobil dan kalung emas bermata berlian,” pungkasnya.

(g.01)

Berikan Komentar