Respon Bunga Acuan, Perbankan Naikkan Bunga KPR Hingga 0,75 persen

oleh -725 views

garudaonline, Jakarta:  Perbankan mengaku sudah mulai menaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai respons kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 100 bps sepanjang tahun ini. Kenaikan bunga KPR berkisar antara 0,25 persen hingga 0,75 persen.

Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim mengaku hingga bulan ini sudah menaikkan bunga KPR mencapai 70 bps sejak BI mengerek bunga acuannya.

“Kami melihat bank lain juga mulai menyesuaikan bunga KPR. Kami ekspektasikan permintaan KPR akan lebih lambat pada semester II ini,” ujar Vera di Jakarta, Senin (27/88)

Selain menaikkan bunga KPR, Vera mengaku pihaknya juga sudah mulai melalukan penyesuaian pada suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sebesar 40 bps.

Kenaikan bunga KPR dan KKB, diakui Vera akan membuat pertumbuhan kredit konsumer perseroan yang sudah lesu di paruh pertama tahun ini kian lesu mendekati akhir tahun.

Pada paruh pertama tahun ini, kredit konsumer BCA hanya tumbuh 6 persen, melambat dibanding periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 18,4 persen. Perlambatan terutama terjadi pada pertumbuhan KPR yang anjlok dari tahun sebelumnya yang tumbuh 21,9 persen menjadi hanya 4 persen.

Kendati pesimis pada pertumbuhan kredit konsumer, Vera meramal pertumbuhan kredit perseroan secara keseluruhan di tahun ini mampu melampaui target awal sebesar 8-10 persen. “Tapi ekspektasi kami bahkan bisa sampai 11-12 persen sampai akhir tahun ini,” tuturnya.

Hal ini karena pertumbuhan kredit segmen lain diperkirakan tetap tumbuh baik dan menopang kinerja kredit secara keseluruhan, khususnya dari kredit korporasi serta komersil dan UKM.

Senada dengan BCA, kenaikan bunga KPR juga sudah dilakukan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengaku pihaknya juga sudah mulai melakukan penyesuaian pada suku bunga KPR berkisar 0,5 persen hingga 0,75 persen.

“Tidak sama rata kenaikannya (bunga KPR setiap nasabah) karena kami menerapkan risk based and relationship (penetapan bunga berbasis risiko dan hubungan dengan nasabah) dalam menetapkan bunga,” terang dia.

Dengan kenaikan suku bunga tersebut, Lani pun memperkirakan penyaluran KPR di akhir tahun ini hanya berada di kisaran 10 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 12 persen.

Sementara Direktur BTN Iman Nugroho Soeko mengaku juga sudah menaikkan suku bunga KPR berkisar 0,25 persen hingga 0,5 persen.

“KPR itu kan ada (beberapa segmen di BTN) yang bunganya 10 persen, 10,5 persen. Nah, itu kami naikkan 50 bps, kecuali yang restrukturisasi karena mereka baru kami turunkan bunganya, tidak bisa dinaikkan lagi,” terang Iman.(cnn/voshkie)

Berikan Komentar