Ribuan Pengunjung ‘Serbu’ Barang Peninggalan Nabi Muhammad Di PRSU

oleh -888 views

garudaonline, Medan: Jika selama ini kita hanya menyaksikan barang-barang (artefak) peninggalan Nabi Muhammad di televisi atau di luar negeri, kini artefak berharga tersebut bisa disaksikan di Medan, Sumatera Utara.

Barang-barang peninggalan Baginda Nabi dikumpulkan dari lima negara oleh Galeri Warisan yang dikelola oleh Abdul Manan Bin Embong, Profesor asal Malaysia yang juga arkeolog benda-benda peninggalan Islam masa lampau.

Kemudian seluruh artefak itu dipamerkan di venue Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan. Ada sebuah ruangan yang disulap menjadi lokasi pameran.

Totalnya ada 40 barang yang dipamerkan. Sebagian peninggalan adalah milik para sahabat nabi.

Lokasi pameran dipadati pengunjung setiap harinya. Mereka ingin melihat keagungan Nabi Muhammad lewat barag-barang peninggalan. Pameran itu akan digelar hingga 12 Februari mendatang.

Barang-barang milik Nabi Muhammad yang dipamerkan antara lain, Serban, rambut, janggut, darah bekam dan jejak telapak nabi. Kemudian, tongkat nabi, busur panah, tanah makam, cemeti dan kantong air, tapak kaki unta yang ditunggangi nabi, teko air zam-zam dan kain penutup makam nabi Muhammad.

Galeri Warisan bekerjasama dengan PT Penawar Legenda Maju (PLM) sebagai penyelenggara. Hendra selaku penanggung jawab memastikan barang-barang yang dipamerkan dijamin keasliannya.

“Kita punya sertifikat, ataupun bagian dari yang menjelaskan barang-barang ini. Kalau ada yang menanyakan keaslian barang ini kita persilahkan secara fair, akan kita buktikan,” kata Hendra, Senin (28/1).

Seperti sorban Nabi Muhammad yang dipamerkan. Serban itu adalah serban yang dipakai nabi. Rasul tidak hanya memiliki satu serban. Yang dibawa ke pameran adalah serban dengan lilitan kain berwarna hijau, sesuai warna kesukannya.

Sorban ini kemudian diberikan kepada sahabatnya bernama Mu’adz Bin Jabal ketika Mua’adz diperintahkan berdakwah ke Palestina. Serban ini kemudian disimpan secara turun-temurun oleh keturunan Mu’adz.

“Sebenarnya ada sembilan koleksi serban yang terdaftar secara resmi dan tersebar di beberapa negara,” ungkapnya.

Selain serban ada jejak telapak kaki Nabi. Dalam penjelasannya, telapak kaki nabi ini berasal dari Yaman. Saat itu, Nabi Muhammad pertama kali ke sana. Dalam berbagai artikel menyebutkan, ada 44 jejak tapak kaki nabi yang disimpan oleh museum dan para keturunan Rasul.

Selain benda-benda milik nabi, penyelenggara juga memamerkan peninggalan milik sahabat. Mulai dari Quran emas dari era kejayaan Kesultanan Turki Utsmani hingga pedang yang digunakan para sahabat untuk berperang. Ada juga baju perang hingga Kaligrafi Khat surat Al Ikhlas yang terukir di butiran beras.

Masyarakat begitu antusias menyambut pameran. Per harinya, pameran artefak dikunjungi 1.000 hingga 1.500 orang. Pengunjungnya juga berasal dari berbagai daerah. Baik dari Sumut hingga provinsi luar.

Sejak pagi, pengunjung yang datang didominasi oleh para pelajar. Mulai dari SD, SMP dan SMA datang untuk belajar. Sore harinya, didominasi oleh keluarga.

Eka, 35 salah satu pengunjung merasa terharu bisa hadir ke pameran. Dia tidak menangka bisa melihat langsung koleksi peninggalan Nabi Muhammad meski harus menempuh perjalanan dari Kota Binjai. Bahkan dia sampai meneteskan air mata, saat mencium kain penutup makam Nabi.

“Saya kesini bareng keponakan. Setidaknya untuk meningkatkan keimanan kita sebagai umat Muslim. Saya juga mengajarkan kepada keponakan-keponakan saya, bahwa Islam adalah agama yang besar,” ungkapnya dengan mata terharu.

Begitu juga dengan Amanda Beby tanjung, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Negeri Deliserdang. Perempuan berkacamata itu membawa sejumlah muridnya untuk melihat peninggalan Rasul.

“Semua menarik. Karena kita umat Muslim harus takjub. Tadi saya lihat tapak kakinya sudah takjub dan terharu. Kita juga ingin mengajarkan kepada anak-anak murid kita untuk mengeksplore lebih jauh Islam,” ungkapnya.

Untuk masuk ke dalam pameran, pengunjung dikenakan biaya tiket Rp 60 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu untuk anak-anak. Di dalam pameran juga disediakan pernak-pernik yang dijual kepada pengunjung sebagai kenang-kenangan. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar