Rudi Wowor, Aktor Kawakan Indonesia Meninggal Dunia

oleh -1.694 views

garudaonline, Jakarta: Aktor senior Rudy Wowor meninggal dunia dalam usia 74 tahun pada Jumat (5/10) pagi. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh seorang sahabatnya, Roy Voorneman, lewat sebuah unggahan di media sosial.

“Innallilahi wa innailahi rojiun baru saja menerima kabar bahwa sahabat lama dan terbaik saya, aktor serta maestro Rudy Wowor meninggal dunia,” tulisnya mengawali di akun Facebook.

“Kami akan sangat merindukan seorang aktor hebat yang juga profesor tari. Benak saya untuk keluarga [yang ditinggalkan]. Semoga Tuhan memberi semuanya kekuatan untuk menerima ini,” tambahnya disertai dua unggahan foto kebersamaan mereka serta Rudy seorang.

Sebelumnya pada 2017, putra Rudy, Michael Wowor sempat mengunggah di laman Facebook pribadi bahwa sang ayah tengah terbaring di rumah sakit.

“Pap, aku tahu kau bisa menghadapi ini pap! Kau berjanji akan lebih baik dan sehat! Papa jangan khawatir karena kita akan selalu ada untuk papa. Kami mencintaimu papa,” tulisnya saat itu.

Kala itu, Rudy dikabarkan mengidap penyakit gangguan pada prostat yang menyebabkan sang aktor terbaring lemah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun pihak keluarga tak memberikan informasi lebih detail.

Pemilik nama lengkap Rudolf Canesius Soemolang Wowor ini merupakan seorang penari dan aktor yang terkenal memerankan karaker antagonis. Aktor blasteran Belanda-Manado ini mengawali karier di dunia seni peran sejak 1970-an.

Dia dikenal telah terlibat dalam sejumlah judul film termasuk Impian Perawan (1976), Aladin (1980), Tjoet Nja’ Dhien (1986), Soerabaia ’45 (1990), Ayat-ayat Cinta (2008), Java Heat (2013), dan Sweet 20 (2017). Dia pun sempat diganjar nominasi Aktor Pendukung Terbaik FFI 1988 melalui film Tjoet Nja’ Dhien.

Selain akting, Rudy juga dikenal sebagai seorang penari dan koreografer. Lewat kemampuannya itu ia didapuk sebagai juri dalam sebuah acara reality show bertemakan pagelaran tari.

Dia pun sempat membuat pertunjukan bertajuk Miss Kedaluwarsa di Gedung Kesenian Jakarta pada Mei 2007.(cnn/voshkie)

Berikan Komentar