Rumah Digondol Maling Saat Mudik Lebaran, 9 Sertifikat Tanah dan Uang Rp1,2 Miliar Raib

oleh -81 views

garudaonline, Jakarta: Kasus perampokan terjadi di rumah milik Budianto di kawasan Pancoran Mas, Depok, pada hari kedua Lebaran 2019. Budianto kehilangan uang mencapai Rp1,2 miliar akibat perampokan itu pada Kamis (6/6) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan peristiwa perampokan itu terjadi saat Budianto sedang mudik.

Peristiwa perampokan itu diketahui ketika seorang saksi berinisial T yang merupakan petugas pengamanan setempat, melihat kerusakan pada gembok pagar rumah Budianto.

“Awal mula kejadian (diketahui), korban ditelpon oleh saksi bahwa rumah yang ditinggal mudik dibobol,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (8/6).

Pelaku pencurian rumah kosong itu diduga melakukan aksinya dengan membobol gembok pagar rumah Budianto. Pelaku kemudian memasuki rumah Budianto dan mengambil barang-barang yang ada.

Adapun barang-barang yang diambil adalah satu buah brankas berisikan sembilan sertifikat tanah, dua BPKB mobil, tiga BPKB motor, dua laptop merek Toshiba, uang tunai Rp1,2 miliar.

Selain itu barang lainnya yang dirampok yaitu delapan buku tabungan, dua kotak perhiasan, dua telepon genggam merk Samsung J5, 21 jam tangan berbagai merek, dua sepatu merek Nike, empat kartu BPJS, dua kartu kepegawaian dan satu kartu karis.

Budianto pun melaporkan kejadian itu ke Polres Depok pada Jumat (7/6).

“Masih dilakukan penyelidikan, ditangani Polresta Depok,” tutur Argo.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Selatan juga telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengantisipasi kejahatan pembobolan rumah kosong selama libur Lebaran 2019.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan satgas itu juga dibentuk untuk mengurangi kekhawatiran warga yang meninggalkan rumahnya untuk mudik ataupun berlibur.

Indra menuturkan dengan satgas tersebut diharapkan memudahkan komunikasi dan koordinasi semua unsur di masyarakat. Mulai dari RT, RW, polisi, TNI, hingga tokoh masyarakat. Satgas itu, lanjutnya, disiapkan di setiap kelurahan.

“Bersama-sama bahu-membahu untuk berkoordinasi, berkomunikasi dalam rangka mengamankan rumah yang ditinggal penghuninya,” kata Indra saat dikonfirmasi, Kamis (6/6). (CNN/dfn)

Berikan Komentar