Runtung Sitepu Nilai Kapolda Sumut Berhasil Ciptakan Situasi Kamtibmas di Masyarakat

oleh -441 views

garudaonline, Medan: Jelang perhelatan pemilu 2019, iklim politik Indonesia semakin panas. Banyak keributan yang terjadi hanya karena salah persepsi, berbeda pilihan, serta hoaks yang kian merajalela.

Namun hal ini tampaknya tak berlaku di Sumatera Utara, dimana beragam etnis dan agama tumpah ruah di Provinsi yang memiliki 32 Kabupaten/Kota ini.

Tak pelak hal ini yang membuat Prof Runtung Sitepu selaku Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) kagum dan mengapresiasi kinerja Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif menjelang pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019.

Menurut Runtung, Sumut lebih adem dan dingin tanpa ada konflik horizontal yang berarti, apalagi dengan program yang dilaksanakan polisi saat ini seperti safari jum’at, sosialisasi anti hoax dan cepat serta tegas dalam menerapkan aturan hukum. “Saya memang tidak mengenal pak Agus secara pribadi, tapi saya mengapresiasi kinerja dan programnya yang dekat dengan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya ia juga menjelaskan polisi yang dekat dengan masyarakat pastilah akan diterima, seperti yang dilakukan Kapolda saat ini. Ia (Kapolda) merupakan sosok polisi yang humanis dan tegas serta mampu menjaga Sumut menjadi dingin dalam artian sejuk, damai dan kondusif. “Saya sangat mendukung kinerja Kapolda, dan saya lihat banyak masyarakat yang kagum sama beliau (Agus),” ucap Runtung, Jumat (01/03/2019).

Selain program diatas, Runtung memaparkan bahwa program Kapolda dari masjid ke masjid untuk mengajak seluruh umat beragama khususnya islam untuk tidak saling bermusuhan dan tidak melakukan ujaran kebencian serta tidak berkampanye di masjid, itu sangat baik. “Kan memang sudah diatur undang undang tidak boleh berkampanye di rumah ibadah. Nah, pak Agus terus mengingatkan umat islam untuk tidak melanggar larangan tersebut, itukan baik. Sesama umat islam dan sebagai polisi Kapolda menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Menurut Rektor USU tersebut, Pak Agus ini milik semua kalangan baik atas dan bawah yang mampu menyatukan semua kelompok masyarakat dengan program yang dijalankannya. Ia juga menghimbau kepada semua tokoh agama untuk tidak mencampuradukkan antara keimanan dengan politik dan jangan jadikan rumah ibadah kehilangan kesuciannya. “Utamakan silaturahim jangan karena pemilu dan berbeda pilihan jadi saling bermusuhan, karena kita semua bersaudara,” tutupnya. (dfnorris)

Berikan Komentar