Rupiah Melemah Atas Dolar AS, Terjun ke Posisi Rp14.197

oleh -619 views

garudaonline, Jakarta: Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.197 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (27/3) pagi. Rupiah tercatat melemah 0,19 persen dibandingkan penutupan pada Selasa (26/3), yakni Rp14.172 per dolar AS.

Sebagian besar mata uang Asia sebenarnya melemah di hari ini. Ringgit Malaysia melemah 0,14 persen. Disusul peso Filipina sebesar 0,11 persen, won Korea Selatan sebesar 0,1 persen, baht Thailand sebesar 0,06 persen, serta dolar Singapura sebesar 0,01 persen.

Hanya dolar Hong Kong dan yen Jepang saja yang menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan nilai masing-masing 0,08 persen dan 0,01 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju juga tercatat melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia melemah 0,14 persen. Diikuti oleh poundsterling Inggris dan euro yang masing-masing melemah 0,04 persen dan 0,02 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan konsentrasi pelaku pasar kini tertuju pada perkembangan geopolitik, khususnya keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau kerap disebut Brexit.

Apalagi, parlemen Inggris kini sudah mengambil alih proses Brexit dari Perdana Menteri Theresa May pada pemungutan suara yang berlangsung Senin (25/3). Rencananya, anggota parlemen akan menentukan nasib Brexit pada Rabu (27/3) ini.

Setelah itu barulah bisa diketahui apakah Inggris tetap akan melanjutkan Brexit pada 29 Maret nanti atau ada opsi lain ,seperti membatalkan Brexit, referendum ulang atau tetap menjaga Inggris di wilayah Kepabeanan Eropa.

Makanya, ada potensi rupiah melemah hari ini sebagai antisipasi hasil pemungutan suara tersebut. Jika hasil voting tak memuaskan, maka permintaan dolar AS akan menguat karena investor tidak ingin berinvestasi di aset berisiko. Hal ini, nantinya juga akan melemahkan rupiah.

“Sehingga dalam perdagangan hari ini, rupiah akan kembali melemah dan diperdagangkan di level penguatan Rp14.138 per dolar AS dan level pelemahan di Rp14.215 per dolar AS,” tandasnya, Rabu (27/3). (CNN/dfn)

Berikan Komentar