Rupiah Menguat ke Level Rp15.213 per dolar AS

oleh -1.376 views

garudaonline, Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada posisi Rp15.213 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Senin (29/10). Posisi ini menguat 4 poin dari posisi akhir pekan lalu, Jumat (26/10) di Rp15.216 per dolar AS.

Kendati demikian, hingga pukul 08.50 WIB, rupiah bergerak melemah ke level Rp15.216 per dolar AS.

Bersama dengan rupiah, sejumlah maya uang negara Asia juga bersandar di zona merah. Mulai dari dolar Singapura melemah 0,07 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, peso Filipina minus 0,04 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen. Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang melemah dari mata uang Negeri Paman Sam. Rubel Rusia melemah 0,39 persen, euro Eropa minus 0,1 persen, franc Swiss minus 0,1 persen, dolar Australia minus 0,04 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,03 persen.

Sementara, hanya beberapa mata uang tercatat menguat, seperti won Korea Selatan menguat 0,29 persen, ringgit Malaysia 0,03 persen, baht Thailand 0,02 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan pergerakan rupiah pada awal pekan ini tidak akan berbeda jauh dengan pekan lalu, yaitu bergerak mendatar (sideways).

“Hal ini karena pergerakan tipis dari rupiah masih mungkin terjadi karena pelaku pasar cenderung menahan diri menyikapi berbagai sentimen yang ada,” ucapnya, Senin (29/10).

Salah satu sentimen yang masih mempengaruhi pergerakan pasar mata uang, yaitu rilis pertumbuhan ekonomi AS pada akhir pekan lalu. Ekonomi AS berada di kisaran 3,5 persen pada kuartal III 2018.

Angka pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang kuartal III 2017 di 2,8 persen, namun tidak lebih tinggi dari kuartal II 2018 sebesar 4,2 persen. Hal ini membuat ekonomi AS tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakn pemulihan ekonomi AS bakal lebih cepat.

Sementara di dalam negeri, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah pada pekan ini, diperkirakan baru datang pada pertengahan pekan, yaitu rilis data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). (cnn/voshkie)

Berikan Komentar