Rupiah Unjuk Gigi, Berada di Posisi Rp14.085 per Dolar AS

oleh -141 views

garudaonline, Jakarta: Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.085 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (15/4) pagi. Dengan demikian, rupiah menguat 0,34 persen terhadap dolar AS dibandingkan Jumat (12/4), di angka Rp14.120 per dolar AS.

Pagi ini, pergerakan mata uang utama Asia terbilang bervariasi. Ada yang melemah seperti baht Thailand sebesar 0,06 persen, dolar Singapura sebesar 0,03 persen, peso Filipina 0,02 persen, dan dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen.

Namun, ada mata uang Asia yang menguat, seperti yen Jepang sebesar 0,04 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,06 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,39 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju, seperti euro dan poundsterling Inggris masing-masing menguat sebesar 0,03 persen dan 0,08 persen. Hanya saja, dolar Australia melemah 0,06 persen.

Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan hari ini fokus pelaku pasar tengah tertuju pada rilis neraca perdagangan yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Ada optimisme bagi perbaikan neraca perdagangan, mengekor China yang mencetak surplus perdagangan hingga 221 miliar yuan pada pekan lalu.

Perbaikan neraca perdagangan bisa menjadi angin segar bagi rupiah. Investor kian pede dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apalagi, Presiden Joko Widodo saat debat pemilihan presiden Sabtu (13/4) kemarin mengatakan bahwa defisit neraca perdagangan hingga kuartal I sebesar US$670 juta, atau membaik dibanding angka per Februari yakni US$730 juta.

Selain itu, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengungkapkan neraca perdagangan mengindikasikan surplus pada Maret lalu.

“Jadi hari ini masih ada potensi rupiah di kisaran menguat Rp14.020 hingga Rp14.070 per dolar AS. Apalagi kalau hari Senin harga minyak pada pasar AS kembali melemah, ini berdampak positif bagi rupiah,” jelas Deddy, Senin (15/4). (CNN/dfn)

Berikan Komentar