Sambangi Medan, Ma’ruf Amin Jelaskan Pernyataan Kontrovesi Soal Tunanetra

oleh -423 views

garudaonline, Jakarta: KH Ma’ruf Amin, calon wakil presiden nomor urut 01, menegaskan, permasalahannya dengan para penyandang disabilitas, baik tunanetra maupun tunarungu telah selesai. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 itu bahkan menyatakan bahwa para penyandang disabilitas justru telah berbalik mendukung mereka.

Seperti yang telah diberitakan Ma’ruf yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu sempat menuai kontroversi karena ucapan ‘buta dan budek’. Pernyataan itu ditujukan bagi pihak-pihak yang tak bisa mendengar dan melihat pencapaian yang diraih Jokowi selama ini.

“Kalangan tunanetra sempat memprotes saya. Padahal maksud saya bukan buta mata, tuli telinga, tapi buta hati dan tuli hatinya. Mereka punya mata tapi tidak melihat, mereka punya telinga tapi tidak mendengar, karena tidak bisa melihat kenyataan-kenyataan yang ada. Karena itu kalangan tunanetra sekarang mendukung saya,” ungkap Ma’ruf di Medan, Selasa (20/11/2018).

Menurut Ma’ruf, masyarakat kini sudah mengetahui banyak pembangunan di era Presiden Jokowi. Sehingga saat ini tinggal memaksimalkan pembangunan yang telah ada. Jika bangsa ini punya semangat ‘fastabiqul khairat’ atau berlomba dalam berbuat kebaikan, maka bangsa ini akan melompat lebih jauh ke depan.

“banyak hal yang telah dilakukan Jokowi, dan sekarang tinggal memaksimalkan manfaat yang sudah ada. Kita berikan semangat untuk membangun. Saat ini semakin banyak masyarakat yang sadar akan hal itu. Buktinya hampir tiap hari terjadi deklarasi dukungan kepada Pak Jokowi dan saya. Hampir tidak ada hari tanpa deklarasi dukungan,” urainya.

Ma’ruf menjelaskan, ia ingin membantu Jokowi untuk mengembangkan apa yang sudah dilakukan selama ini.

“seperti yang kita lihat Banyak infrastruktur di Indonesia sudah dibangun selama Jokowi menjadi Presiden RI. Tapi ada juga yang menafikan semua itu. Orang-orang yang tidak mengakui itu, berarti mereka punya mata tapi tidak melihat, mereka punya telinga tapi tidak mendengar, karena tidak bisa melihat kenyataan-kenyataan yang ada,”tukasnya. (voshkie)

Berikan Komentar