Sambangi Rumah Belajar Peduli Sinabung, Kapolda Sumut Disambut Tarian Adat Karo 5 Serangkai

oleh -841 views

garudaonline – Tanah Karo | Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny Roma Megawati Pasaribu Waterpauw menyambangi Rumah Belajar Peduli Sinabung di GBKP Zentrum Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sabtu (5/8/2017).

Kedatangan Kapolda bersama Pejabat Utama Polda Sumut serta para Pengurus Bhayangkari Daerah Sumut disambut Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Qori Sebayang, Ketua Perhimpunan HK Indonesia Sejahtera Sugeng Pramono, Ketua PSMTI Sumut Tong Ario Angkasa, Koordinator Komunitas Peduli Sinabung Hansen Sinulingga.

Saat di Rumah Belajar Peduli Sinabung, Kapolda Sumut dan rombongan disambut dengan Tarian Adat Karo 5 Serangkai dari anak-anak pengungsian. Tema kegiatan tersebut adalah, “Bersama Mendukung Keluarga Yang Belajar Untuk Membangun Generasi Muda Yang Lebih Baik”.

Koordinator Komunitas Peduli Sinabung Hansen Sinulingga menjelaskan, Rumah Belajar Keluarga sudah ada di 26 desa yang terkena erupsi Gunung Sinabung. Menurutnya, format Rumah Belajar Keluarga tersebut menggunakan rumah ibadah pada hari biasa, yang menjadi sukarelawan adalah ibu-ibu dari 26 desa tersebut.

“Contoh manfaat yang didapatkan anak-anak, dari pelatihan mekanik bekerja sama dengan Yamaha Motor dan pihak moderamen GBKP. Anak-anak ini yang tadinya putus sekolah sudah menjadi mekanik. Semoga ide kreatif yang muncul dari kesulitan akibat erupsi Gunung Sinabung, dapat diadopsi daerah lain di Tanah Air,” ujarnya.

“Kegiatan di Rumah Belajar Peduli Sinabung itu menonjolkan budaya setempat dan kearifan lokal,” tuturnya.

Sementara itu dalam kunjungannya Kapolda Sumut menyampaikan turut prihatin atas apa yang menimpa warga di Kabupaten Tanah Karo.

“Saya sangat suka melihat anak-anak yang menari tadi dan juga ibu-ibu yang nampak menikmati. Pesan saya kepada bapak ibu dan anak-anak pengungsi supaya tetap kuat, segala sesuatu waktu Tuhan yang terbaik. Kita ambil hikmah dari kejadian ini, yang penting jangan lemah, jangan kendor sehingga bisa mencapai apa yang diiginkan.”

“Ada rencana Tuhan di balik kejadian bencana yang bukan karena perbuatan manusia. ini anak-anak hebat, mereka bangkit dari permasalahan yang terjadi, mereka menemukan jati diri bisa memaknai seni tari dan budaya, itu talenta yang dimiliki yang perlu dikembangkan. Kita doakan semoga bencana ini bisa surut dan kita bisa hidup seperti sedia kala,” harapnya.

Kapolda Sumut juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi untuk menggagas Rumah Belajar Peduli Sibanung untuk anak-anak korban pengungisan.

(g.01)

Berikan Komentar