Sat Narkoba Polres Labuhanbatu GKN di Sei Berombang

oleh -832 views
Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H (kanan) memaparkan hasil GKN di Sei Berombang.

garudaonline – Rantauprapat | Personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara melakukan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Jalan Kampung Baru, Desa Sei Sakat, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir,
Selasa (14/7/2020) sekira pukul 09.30 WIB.

Dari GKN itu, polisi berhasil menangkap dua orang tersangka berikut menyita barang buktinya berupa narkotika jenis sabu, handphone, uang hasil penjualan sabu, enjata airsoft gun jenis revolver, dan senapan angin.

“Satu tersangka yang kita amankan merupakan Target Operasi (TO). Dia adalah J (34) warga Sungai Sakat, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkobanya AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H, Rabu (15/7/2020).

Dari tersangka J, sambung Martualesi, pihaknya mengamankan barang bukti 2 klip sedang berisikan narkotika jenis sabu
seberat 1,33 gram, 4 klip kecil seberat 0,63 gram, 1 unit handphone, dan uang hasil penjualan sabu Rp400 ribu.

Sementara dari seorang lagi tersangka berinisial DRL (21) warga Dusun 3, Jalan Kartini, Kecamatan Panai Hilir, polisi menyita barang bukti 1 klip sedang berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,29 gram, 1 sekop plastik, senjata airsoft gun jenis revolver, dan senjata senapan angin.

Lebih lanjut didampingi Kanit Idik I Ipda Sarwedi Manurung, S.H, mantan Kasat Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) ini menjelaskan bahwa GKN merupakan tindak lanjut dari keresahan masyarakat akan peredaran narkoba di Jalan Kampung Baru, Desa Sei Sakat, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir.

“Senin (13/7/2020) sekira pukul 22.00 WIB, kami bergerak menuju Sei Berombang menindaklanjuti keresahan masyarakat akan peredaran narkoba di Jalan Kampung Baru, Desa Sei Sakat.”

“Jarak TKP dari Kota Rantauprapat sekitar 200 KM yang ditempuh 4 jam perjalanan.

Selanjutnya pada Rabu (14/7/2020) sekira pukul 09.30 WIB kami melakukan penggrebekan di rumah sasaran, J dan DRL. Hasilnya kami dapat mengamankan ke dua tersangka tersebut.”

“Lalu dengan didampingi kepling setempat dilakukan penggeledahan badan dan penggeledahan di dalam rumah saudara J dengan hasil ditemukan 4 klip kecil narkotika jenis sabu dan uang sebasar Rp 400.000 di kantong celana sebelah kanan dan 2 klip sedang di bungkus kotak rokok di kantong kiri depan saudara J serta 1 unit HP Nokia,” papar Martualesi.

Lalu dari tersangka DRL ditemukan 1 plastik klip sedang berisikan kristal diduga narkotika jenis sabu yang diduga dilemparkan tersangka DRL.

Dari interogasi terhadap tersangka J diketahui bahwa ia sudah lebih dari setahun mengedarkan narkoba jenis sabu dengan setiap hari menjual 2 hingga 3 gram dengan keuntungan dari membeli sabu setiap gramnya seharga Rp.850.000 dan kembali menjualnya seharga Rp.1.200.000 dengan keuntungan Rp.350.000 setiap gram.

Adapun tersangka DRL adalah kurirnya yang selalu mengantarkan sabu jika ada pembeli dan jika tersangka J melaut menjual sabu kepada para nelayan yang menjadi pelanggannya sehingga DRL lah yang mengendalikan penjualan sabu di darat.

“Dari keterangan J dikembangkan ke bandar berinisial M, warga Lorong 5, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dengan didampingi kepling setempat dilakukan penggeledahan di rumah M yang sudah ditinggal kosong oleh pemiliknya dan berhasil menemukan 1 plastik klip berisi kristal diduga narkotika dan senjata airsoft gun merek revolver di dalam rumah yang diduga sering digunakan pelaku untuk berjaga-jaga dan menakut nakuti warga di lingkungannya tinggal.”

“Selanjutnya tersangka dengan barang bukti diamankan ke Mako Sat Narkoba Polres Labuhanbatu untuk dilakukan proses sidik.

Terhadap tersangka dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Th 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” terang Martualesi.

(g.01)

Berikan Komentar